Surat Perintah Membayar (SPM) untuk bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap I tahun 2026 resmi diterbitkan.
Pantauan melalui sistem Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), progres pencairan bansos menunjukkan tren positif di berbagai daerah.
Status KPM kini mayoritas telah bergeser ke tahap SPM, yang berarti data penerima bansos sudah diverifikasi dan tinggal selangkah lagi menuju pencairan rekening.
Penerbitan SPM merupakan instruksi resmi dari Kemensos kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk menyiapkan dana yang akan ditransfer ke bank penyalur.
Jika status di SIKS-NG sudah SPM, artinya secara administratif sudah beres. KPM bansos tinggal menunggu status berubah menjadi Standing Instruction (SI).
Untuk diketahui, alur pencairan bansos melalui tahapan ketat, mulai dari verifikasi data, cek rekening, penerbitan SPM, penerbitan SP2D, hingga munculnya status SI.
Ketika status SI muncul, bank penyalur secara otomatis akan mentransfer dana ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik warga.
Bagi penerima bansos BPNT reguler, nominal yang akan diterima pada tahap pertama ini adalah sebesar Rp 600.000.
Angka ini merupakan akumulasi dari jatah Januari hingga Maret dengan besaran Rp 200.000 per bulan.
Dana ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok seperti beras dan telur.
Meski kabar ini menggembirakan, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu sering melakukan pengecekan saldo di mesin ATM atau agen bank jika status belum menunjukkan SI.
Waktu terbaik untuk cek saldo adalah saat status di sistem sudah SI. Jika masih SPM atau SP2D, dana biasanya belum masuk ke rekening.
Warga juga diminta untuk tetap waspada terhadap oknum yang menjanjikan percepatan pencairan dengan meminta imbalan.
Keamanan PIN ATM harus tetap dijaga dan komunikasi dengan pendamping sosial di masing-masing desa/kelurahan perlu ditingkatkan agar mendapatkan informasi yang akurat.
Dengan cairnya bantuan ini di awal Februari, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ketahanan ekonomi rumah tangga, khususnya di daerah terdampak bencana, bisa segera pulih.
Editor : Kimda Farida