Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diabetes Tak Lagi Perlu Telan Obat? BRIN Ciptakan Patch Kulit Glibenklamid, Efeknya Tahan 24 Jam!

Nurul Hidayati • Selasa, 3 Februari 2026 | 15:16 WIB
BRIN Kembangkan Obat Antidiabetes, Hantarkan Obat melalui Kulit
BRIN Kembangkan Obat Antidiabetes, Hantarkan Obat melalui Kulit

LombokPost - Kabar gembira bagi penderita diabetes yang kerap kesulitan mengonsumsi obat oral.

Peneliti dari Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sukses mengembangkan sistem penghantaran obat antidiabetes generasi terbaru melalui kulit (transdermal).

Solusi untuk Kelarutan Rendah Glibenklamid telah lama dikenal sebagai obat ampuh pengendali gula darah.

Namun, obat ini memiliki kelemahan klasik: sulit larut dalam air dan memiliki bioavailabilitas oral yang rendah.

Selain itu, konsumsi secara oral berisiko menimbulkan efek samping karena harus melewati metabolisme lintas pertama di hati (first-pass metabolism).

Rahasia Teknologi Nanotransetosom dijelaskan Peneliti BRIN, Nurul Arfiyanti Yusuf, bahwa inovasi ini menggunakan sistem nanotransetosom.

Ini adalah sistem vesikular lipid elastis yang sangat fleksibel, menggabungkan keunggulan etosom dan transfersom untuk menembus pori-karakter kulit yang rapat.

"Melalui pendekatan transdermal, obat dihantarkan langsung melalui kulit menuju sirkulasi sistemik. Hal ini berpotensi besar mengurangi efek samping sistemik dan meningkatkan kepatuhan pasien karena pemakaiannya yang praktis," ujar Nurul dalam webinar Bincang Riset, baru-baru ini.

Stabil dan Tahan 24 Jam Sediaan glibenklamid ini dikemas dalam bentuk patch transdermal menggunakan kombinasi polimer HPMC dan PVP K30. Hasil riset menunjukkan keunggulan signifikan dibandingkan obat konvensional.

Penetrasi Lebih Baik: Mampu menembus lapisan kulit dengan efektif.

Stabilitas Tinggi: Formula tetap stabil selama masa penyimpanan.

Durasi Panjang: Mampu mempertahankan efek penurunan kadar glukosa darah secara konsisten hingga 24 jam.

Inovasi ini diharapkan menjadi titik balik dalam pengobatan diabetes mandiri, di mana pasien cukup menempelkan patch pada kulit tanpa perlu khawatir melewatkan jadwal minum obat atau mengalami gangguan pencernaan.

BRIN terus berkomitmen mengembangkan teknologi formulasi ini agar segera dapat diakses oleh masyarakat luas guna mendukung kedaulatan bahan baku obat nasional.

Editor : Kimda Farida
#diabetes #BRIN #obat #peneliti #glukosa