LombokPost - Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan keras mengenai arah masa depan bangsa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Di hadapan seluruh kepala daerah dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Presiden menyatakan bahwa swasembada pangan bukanlah pilihan.
Ini melainkan fondasi tunggal menuju kemerdekaan sejati.
"Tidak Ada Alternatif Lain"
Dalam orasi politiknya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan rakyat mustahil tercapai jika urusan perut masih bergantung pada pihak luar.
Pangan, bersama kesehatan dan pendidikan, merupakan hak dasar yang harus dijamin negara.
“Fondasi pertama kita, mau tidak mau, adalah swasembada pangan. Tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo dengan penuh semangat.
Cetak Rekor: Produksi Beras 34,71 Juta Ton
Optimisme Presiden didasarkan pada capaian nyata di lapangan.
Sepanjang tahun 2025, Indonesia berhasil mencatatkan produksi beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 34,71 juta ton. Angka ini menjadi bukti konkret sinergi antara petani, penyuluh, serta pemerintah pusat dan daerah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengamini hal tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja kolektif dari gagasan besar Presiden. "Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dan dari keringat petani Indonesia," ujar Mentan Amran.
Hilirisasi 18 Proyek Prioritas
Tak hanya berhenti pada produksi gabah, pemerintah juga tancap gas di sektor hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil tani. Pada tahun 2026, pemerintah telah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, yang mencakup komoditas strategis seperti:
Olahan Kelapa: Nata de coco, MCT, dan coconut flour.
Kelapa Sawit: Pengembangan industri oleofood.
Konsolidasi Menuju Indonesia Emas
Rakornas 2026 ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah dengan pusat.
Presiden meminta seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersatu memastikan program kedaulatan pangan dan energi berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Dengan memperkuat kemandirian pangan, Indonesia tidak hanya sekadar bertahan, tetapi siap membangun ekonomi yang produktif, inklusif, dan berwibawa di kancah internasional.
Editor : Kimda Farida