Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Sampai 'Tumpul' Berpikir! Wamen Komdigi Ingatkan Mahasiswa: AI Itu Mitra, Bukan Pengganti Otak!

Nurul Hidayati • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:36 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Tim Riset Digital Culture & New Media Studies Lab Telkom University di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Tim Riset Digital Culture & New Media Studies Lab Telkom University di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

LombokPost - Perkembangan pesat kecerdasan artifisial (AI) kini menjadi pedang bermata dua di dunia pendidikan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, memberikan peringatan keras agar teknologi ini tidak menciptakan ketergantungan yang mematikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Dalam audiensi bersama Tim Riset Digital Culture & New Media Studies Lab Telkom University pada Selasa (3/2/2026), Nezar menekankan bahwa posisi AI harus tetap sebagai alat bantu, bukan tempat bergantung.

 Baca Juga: Gen Z & Gen Alpha Ramai-Ramai ‘Curhat’ ke AI, Dokter Ingatkan Risiko Fatal Self-Diagnosis Tanpa Psikiater!

Fenomena "Cemas Tanpa AI"

Wamen Nezar menyoroti adanya tren di mana mahasiswa merasa tidak mampu memecahkan persoalan atau melakukan riset tanpa bantuan AI. Ia khawatir sikap kritis akan hilang jika hasil dari mesin langsung dianggap sebagai kebenaran mutlak.

"Jangan sampai mereka cemas saat tidak ada akses AI karena merasa tidak bisa berpikir. Hasil AI tidak boleh langsung di-copy paste. Mahasiswa harus memparafrase kembali dan melakukan analisis akhir. Proses berpikir harus tetap dilakukan oleh manusia," tegas Nezar.

 Baca Juga: Peringatan Keras Bill Gates: AI Bisa Jadi Senjata Bioterorisme

Kembali ke Metode Tulis Tangan

Menariknya, Nezar mengungkapkan bahwa demi menjaga kualitas analitik, beberapa universitas di luar negeri mulai kembali menerapkan metode klasik.

Ujian esai dengan tulis tangan kembali populer untuk memastikan orisinalitas pemikiran mahasiswa dan meminimalisir ketergantungan pada perangkat digital.

"AI adalah mitra, bukan pengganti otak manusia. Kita harus menjaga pola pikir kritis agar tetap terjaga," tambahnya.

Mendorong Riset Literasi AI

Kementerian Komdigi mengapresiasi langkah Telkom University yang akan melakukan riset mendalam mengenai literasi AI di kalangan pelajar.

Nezar berharap riset ini mampu memetakan secara mikro bagaimana generasi muda berinteraksi dengan AI serta mengukur tingkat ketergantungan mereka.

"Hasil riset ini sangat penting agar pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan berdasarkan fakta di lapangan. Kita perlu tahu apakah mereka punya sikap kritis terhadap AI tersebut atau hanya sekadar pemakai pasif," pungkasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong literasi digital yang sehat, di mana teknologi digunakan untuk mempercepat inovasi tanpa mengorbankan integritas intelektual bangsa.

Editor : Pujo Nugroho
#Mahasiswa #audiensi #teknologi #ai #Analisis