Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin menyebut, angka tersebut mencerminkan partisipasi aktif satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara nasional. Angka ini pun diyakini terus bertambah mengingat pendaftaran masih dibuka hingga 28 Februari 2026.
Diakui Toni, tahun ini mekanisme pendaftaran dilakukan dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Seluruh murid akan terlebih dahulu didaftarkan oleh satuan pendidikan melalui sistem pendataan, lalu setelahnya setiap murid diberikan ruang untuk menyatakan, pilihannya masing-masing, apakah akan mengikuti TKA atau tidak.
“Mekanisme ini dirancang untuk memastikan seluruh murid tercatat dalam sistem, sekaligus memberikan keleluasaan dalam pengambilan keputusan tanpa mengurangi akurasi data dan tujuan pemetaan kemampuan belajar,” paparnya Rabu (4/2).
Toni juga kembali menyinggung soal peran TKA dalam Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Dia menegaskan, peran TKA sudah sangat jelas disampaikan dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026.
Namun, ditegaskan kembali bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan bentuk evaluasi atas capaian akademik siswa.
Aspek Literasi
Sementara itu, dalam TKA SMA/SMK dan sederajat pada tahun lalu diketahui bahwa para murid di jenjang ini memiliki kekuatan pada aspek literasi dan karakter sosial.
Namun, di sisi lain, capaian numerasi, pengolahan data, dan kemampuan evaluatif yang menjadi fondasi penguatan STEM masih kurang.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menyampaikan, berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi.
Sayangnya, capaian ini cukup kontras dengan hasil Matematika. Dari lebih dari 3,4 juta peserta, nilai rata-rata nasional Matematika hanya mencapai 36,10.
Diseminasi Pendataan
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengambil langkah cepat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan TKA tahun ini. Salah satunya dengan menggulirkan diseminasi pendataan TKA SMP-SD guna memberikan pemahaman teknis kepada sekolah terkait proses pendaftaran TKA.
Tahap awal diseminasi pendataan TKA dimulai dari jenjang SMP yang dilaksanakan pada Selasa (3/2). Fokus kegiatan ini agar seluruh operator sekolah dan pihak terkait memahami mekanisme pendataan secara akurat sebagai dasar pelaksanaan TKA SMP.
Disdik Kota Mataram juga menggandeng Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB dalam proses diseminasi pendataan TKA SMP-SD. “Keterlibatan BPMP bertujuan menyinkronkan data sekaligus menjaga mutu pendidikan melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar bersamaan,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin.
Setelah jenjang SMP, agenda diseminasi pendataan TKA dilanjutkan ke tingkat SD. Sosialisasi pendataan TKA SD direncanakan berlangsung selama dua hari dengan pembagian jadwal yang telah disusun agar proses berjalan efektif dan tertib.
Syarafudin menegaskan, pihaknya tidak hanya melakukan sosialisasi tahapan pendataan dan pendaftaran TKA, tetapi juga melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) proktor TKA.
Menurutnya, Bimtek proktor TKA menjadi bagian penting karena berkaitan dengan kesiapan teknis pelaksanaan di lapangan. Proktor menjadi ujung tombak dalam memastikan TKA SMP dan SD berjalan lancar.
“Nanti setelah pendataan pendaftaran, akan ada bimtek proktor lagi. Ini fokus ke hal-hal teknis karena mereka yang akan mengeksekusi di lapangan,” jelas Syarafudin.
Melalui rangkaian diseminasi pendataan TKA, pendampingan teknis, hingga bimtek proktor, Syarafudin berharap pelaksanaan TKA tahun ini berjalan tertib, akurat, dan sesuai standar mutu pendidikan.
TKA SD-SMP 2026
- Jumlah calon peserta: 8.945.394 murid
- Jumlah peserta/murid yang sudah pasti mengikuti: 8.847.501
- Jumlah murid yang menyatakan tidak ikut: 97.893
Dari 237.574 satuan pendidikan yang mendaftar, sebanyak 164.533 (69.25 persen) akan melaksanakan TKA secara daring, 5.639 (2.37 persen) semi daring, dan 67.411 (28.37 persen) belum menentukan.
Sumber: TKA Kemendikdasmen
Editor : Akbar Sirinawa