Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siap-Siap! QRIS Antarnegara Kini Bisa Dipakai di Tiongkok dan Korea Selatan, Liburan Makin Praktis di Awal 2026!

Nurul Hidayati • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:23 WIB
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB paparkan tentang perkembangan ekonomi global dan nasional.
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB paparkan tentang perkembangan ekonomi global dan nasional.

LombokPost – Di tengah melambatnya perekonomian global akibat kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan ketidakpastian rantai pasok dunia, ekonomi Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat.

Data terbaru menunjukkan ekonomi domestik tumbuh positif sebesar 5,39 persen (yoy) pada triwulan IV-2025.

Ditopang oleh konsumsi rumah tangga selama momen Natal dan Tahun Baru serta akselerasi investasi pemerintah.

Guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 4,75 persen.

”Sementara itu, suku bunga Deposit Facility tetap di angka 3,75 persen dan Lending Facility sebesar 5,50 persen,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB Hario K Pamungkas.

Fokus pada stabilisasi dan digitalisasi, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan dengan strategi pro-market.

Langkah ini mencakup intervensi di pasar valas (spot dan DNDF) serta pembelian SBN di pasar sekunder untuk memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil.

Selain itu, BI juga mengoptimalkan instrumen moneter seperti SRBI untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan.

Kabar gembira datang bagi pelaku perjalanan dan UMKM.

Pada triwulan I-2026 ini, Bank Indonesia akan memperluas akseptasi digital melalui implementasi QRIS Antarnegara dengan Tiongkok dan Korea Selatan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi turis, tetapi juga mendukung digitalisasi pencatatan keuangan UMKM serta memperluas kerja sama penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction).

Mendorong Kredit Nasional Dari sisi makroprudensial, BI mengoptimalkan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

”Sinergi erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan Kemenkeu, OJK, dan LPS terus diperkuat guna memastikan sistem keuangan nasional tetap kokoh menghadapi volatilitas globa,” tambahnya.

Editor : Kimda Farida
#intervensi #Bank Indonesia #global #Ekonomi #kebijakan #QRIS