Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

No More Seminar dan Perjalanan Dinas! Strategi Berani Presiden Prabowo Pangkas Belanja Tak Produktif Demi Rakyat

Nurul Hidayati • Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:25 WIB
Tahun Pertama Pemerintahan: Presiden Prabowo Berhasil Hemat Anggaran Rp300 Triliun dan Tegaskan Perang Lawan Korupsi
Tahun Pertama Pemerintahan: Presiden Prabowo Berhasil Hemat Anggaran Rp300 Triliun dan Tegaskan Perang Lawan Korupsi

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian signifikan dalam tata kelola fiskal pada tahun pertama pemerintahannya.

Dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026, Kepala Negara mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp300 triliun.

Pangkas Belanja Seremonial untuk Rakyat Presiden menegaskan bahwa penghematan besar-besaran ini dilakukan dengan memotong belanja yang dinilai tidak produktif.

Seperti perjalanan dinas luar negeri, seminar, hingga kajian-kajian yang berlebihan.

Dana hasil penghematan tersebut langsung dialihkan untuk program produktif, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.

"Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan. Rakyat lapar, cari pangan. Tidak usah terlalu banyak analisa," tegas Presiden Prabowo di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jumat (13/2/2026).

Reformasi Danantara dan Target Tinggi Aset Negara Presiden juga mengapresiasi kinerja Danantara yang mencatatkan hasil efisiensi dan reformasi hingga empat kali lipat dibanding tahun 2024.

Tak berhenti di situ, Presiden mematok target ambisius bagi para menteri dan pengelola aset negara untuk mencapai tingkat pengembalian aset (return on asset) di atas 8 persen.

Pemberantasan Korupsi Tanpa Kompromi Fokus utama lainnya adalah pemberantasan korupsi di seluruh tingkatan pemerintahan dan dunia usaha.

Presiden menekankan bahwa segala bentuk kebocoran, penyelewengan, dan manipulasi harus dihabiskan dari bumi Indonesia.

Meski menuntut penegakan hukum yang keras dan tanpa kompromi, Presiden mengingatkan agar tetap menjunjung tinggi keadilan dan menghindari kesalahan dalam proses hukum (miscarriage of justice).

Langkah-langkah efisiensi dan reformasi birokrasi ini menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional guna mempercepat langkah Indonesia menjadi negara maju yang bersih dan berintegritas.

Editor : Kimda Farida
#prabowo #presiden #EFISIENSI ANGGARAN #fiskal #produktif