LombokPost – Kabar menggembirakan datang untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di seluruh tanah air menjelang Ramadan 2026.
Pemerintah secara resmi mempercepat penyaluran berbagai skema Bansos sebagai langkah strategis menjaga stabilitas daya beli masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Idulfitri.
Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani biaya hidup yang meningkat di awal tahun ini. Setelah sukses menuntaskan distribusi Bansos tahap pertama pada Januari-Maret, pemerintah kini bersiap menggulirkan PKH dan BPNT Tahap 2.
Dilansir dari kanal Youtube Info Bansos, Berdasarkan jadwal resmi, tahap kedua ini mencakup alokasi triwulan kedua, yaitu bulan April, Mei, dan Juni 2026.
Dengan skema ini, aliran dana bantuan dipastikan akan terus mengalir hingga momen Lebaran usai.
Hal ini menjadi angin segar bagi KPM untuk mengatur keuangan rumah tangga selama bulan puasa dan perayaan hari kemenangan. Salah satu kebijakan yang paling dinanti adalah penyaluran bantuan pangan tambahan.
Berbeda dari bulan-bulan biasanya, menjelang Ramadan 2026 ini, pemerintah akan menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng secara rapel untuk dua bulan sekaligus.
Skema rapel ini dirancang agar KPM memiliki stok bahan pokok yang cukup di dapur sejak awal puasa.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga telah menyiapkan stimulus tambahan berupa diskon tarif transportasi mudik untuk meringankan beban biaya perjalanan bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman. Penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa data penerima bansos bersifat dinamis.
Mengacu pada data tunggal yang diperbarui secara berkala oleh BPS dan Kemensos, status kepesertaan seseorang dapat bergeser menjadi KPM Non-Aktif dan Penerima Baru.
Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk melakukan pengecekan mandiri secara rutin agar tidak ketinggalan informasi pencairan.
Editor : Pujo Nugroho