Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mencekam! Detik-detik Pesawat BBM Pelita Air Jatuh dan Terbakar di Krayan, Pilot Gugur dalam Tugas

Nurul Hidayati • Jumat, 20 Februari 2026 | 13:11 WIB
Kecelakaan pesawat Pelita Air yang mengangkut BBM, di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis siang (19/2). Pilot ditemukan meninggal dunia. (Basarnas)
Kecelakaan pesawat Pelita Air yang mengangkut BBM, di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis siang (19/2). Pilot ditemukan meninggal dunia. (Basarnas)

LombokPost - Sebuah pesawat kargo milik maskapai Pelita Air yang mengemban misi mulia pendistribusian BBM Satu Harga mengalami kecelakaan fatal di Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pesawat berjenis Air Tractor AT-802 dengan nomor registrasi PK-PAA tersebut ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan perbukitan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan Kantor SAR Tarakan, berikut adalah lini masa sesaat sebelum insiden terjadi:

12.04 WITA: Pesawat memulai proses start engine di Bandara Long Bawan untuk rute kembali menuju Tarakan.

12.10 WITA: Pesawat lepas landas (take off) setelah berkomunikasi dengan petugas bandara.

12.25 WITA: Saksi mata di apron bandara melihat pesawat turun dalam kondisi miring dan menghilang di balik bukit di ujung landasan.

Koordinasi ELT: AirNav unit Long Bawan menerima informasi dari pesawat Susi Air PK-BVN bahwa sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) aktif pada radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.

Evakuasi dan Kondisi Pilot

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI AU, Koramil, Polri, dan masyarakat setempat segera bergerak menuju titik koordinat di Gunung Pa' Ramayo, Desa Pa'Bettung, Kecamatan Krayan Timur.

Pesawat ditemukan dalam keadaan terbakar pada pukul 13.25 WITA.

Pilot pesawat, Kapten Hendrick, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jenazah pilot berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan pada pukul 15.20 WITA.

Pihak Pelita Air mengonfirmasi bahwa armada charter tersebut sedang menjalankan tugas rutin pelayanan kargo untuk pengantaran bahan bakar ke wilayah perbatasan.

Saat kecelakaan terjadi, pesawat hanya diawaki oleh satu orang pilot tanpa ada awak kabin maupun penumpang.

Pesawat tersebut diketahui baru saja menyelesaikan misi distribusi BBM ke Long Bawan dan sedang dalam penerbangan kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

Saat ini, pihak maskapai tengah melakukan investigasi mendalam dan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Editor : Kimda Farida
#Pelita Air #krayan #nunukan #kecelakaan pesawat