Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KPM BPNT Terima Bansos Ganda di Bulan Puasa, Bantuan Rp 600 Ribu Plus Sembako 20 Kg

Geumerie Ayu • Minggu, 22 Februari 2026 | 18:26 WIB

Ilustrasi pencairan Bansos Pangan serta PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026.
Ilustrasi pencairan Bansos Pangan serta PKH dan BPNT Tahap 2 tahun 2026.
LombokPost – Memasuki bulan suci Ramadan 2026, pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) ganda bagi penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Stimulus ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

Berbeda dengan isu yang beredar, bansos kedua ini bukan berupa uang tunai tambahan, melainkan bantuan fisik untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Bantuan pertama yang dipastikan cair adalah BPNT Program Sembako reguler. Pada tahap awal tahun 2026 ini, pemerintah merapel alokasi tiga bulan sekaligus dengan total nominal Rp 600.000 per KPM.

Dana tersebut disalurkan langsung melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di jajaran bank penyalur (Himbara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.

Meskipun diterimakan dalam bentuk tunai, pemerintah menekankan agar uang tersebut digunakan sesuai peruntukannya.

"Kepada seluruh penerima manfaat, pergunakanlah bansos dengan bijak untuk membeli makanan bergizi, kebutuhan sekolah anak, dan mendukung kesehatan keluarga," tegas Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, sebagaimana dikutip dari akun resmi Instagram Kemensos RI.

Selain bantuan tunai reguler, KPM juga akan menerima "penebalan" bantuan berupa stimulus fisik.

Bantuan tambahan ini sengaja disalurkan sebelum Lebaran 2026 untuk menekan angka pengeluaran konsumsi rumah tangga yang biasanya melonjak tajam.

Adapun rincian paket stimulus pangan tersebut meliputi Beras Premium 20 kg (gabungan alokasi dua bulan) dan Minyak Goreng Kemasan 4 liter per KPM.

Berbeda dengan BPNT reguler, bantuan ini tidak masuk ke kartu KKS, melainkan didistribusikan secara langsung melalui titik-titik bagi di kantor desa atau kelurahan setempat.

Hal yang paling menarik pada penyaluran tahun ini adalah perluasan cakupan penerima secara drastis.

Baca Juga: 7 Drakor Time Travel Ini Tunjukkan Keajaiban Kesempatan Kedua

Jika kuota BPNT reguler berada di angka 18,2 juta KPM, kuota bantuan stimulus pangan khusus Ramadan ini melonjak hingga menyentuh 35 juta penerima di seluruh Indonesia.

Perluasan ini membuka peluang emas bagi masyarakat yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima BLT Kesra namun tidak masuk dalam daftar BPNT reguler untuk tetap mendapatkan paket beras dan minyak goreng ini.

Pemerintah berharap dengan adanya bantuan ganda ini, standar nutrisi keluarga prasejahtera tetap terjaga meski dihantam inflasi harga pangan selama bulan puasa.

Editor : Kimda Farida
#KPM #BPNT #bulan puasa #Bansos Ganda #Ramadan 2026 #Sembako