LombokPost - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan optimistis terkait kelanjutan hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Di tengah dinamika kebijakan tarif yang berkembang di AS, Presiden menegaskan bahwa kesepakatan yang dicapai tetap berada dalam koridor yang saling menguntungkan (win-win solution).
Dalam keterangannya di Washington DC, Presiden Prabowo mengakui bahwa proses negosiasi tarif perdagangan memang memakan waktu yang cukup panjang.
Baca Juga: IHSG Anjlok Tajam Membuat Perdagangan Sempat Dihentikan 30 Menit, BEI Siap Berkoordinasi dengan MSCI
Namun, ia memastikan bahwa hasilnya sangat positif bagi penguatan ekonomi nasional.
Menanggapi Dinamika Kebijakan Tarif AS
Menanggapi putusan terbaru dari Supreme Court (Mahkamah Agung) Amerika Serikat mengenai kebijakan tarif, Presiden Prabowo menyatakan sikap menghargai kedaulatan politik dalam negeri Amerika Serikat.
Terkait kebijakan tarif sementara sebesar 10 persen yang diberlakukan AS.
Presiden menilai posisi Indonesia masih berada pada jalur yang menguntungkan.
“Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegas Presiden Prabowo.
Kepercayaan Investor Global Meningkat
Selain membahas isu tarif antarpemerintah, Presiden Prabowo juga membawa kabar baik dari sektor privat. Dalam pertemuannya dengan jajaran pemimpin perusahaan investasi global, para pelaku usaha menunjukkan sinyal positif dan kepercayaan diri (confidence) yang tinggi terhadap masa depan ekonomi Indonesia.
"Mereka menyampaikan sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident. Mereka lihat iklim (investasi) kita membaik terus dan mereka sangat positif terhadap ekonomi kita," ungkap Presiden.
Diplomasi Berbasis Kepentingan Nasional
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal langkah diplomasi ini agar stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipatif dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang dinamis, dengan tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap negosiasi internasional.
Editor : Kimda Farida