Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

"Bukan Pembunuh!" Isak Tangis Ibu Radiet Ardiansyah di DPR RI, Sebut Anaknya Korban Salah Tangkap!

Nurul Hidayati • Jumat, 27 Februari 2026 | 10:56 WIB

Jerit Hati Ibu Mahasiswa Berprestasi di Senayan:
Jerit Hati Ibu Mahasiswa Berprestasi di Senayan:

LombokPost - Kasus yang menjerat Radiet Ardiansyah, mahasiswa berprestasi asal Sumbawa di Mataram, mencapai babak baru.

Sang ibu, Makkiyati didampingi pengacara kondang Hotman Paris membawa kasus ini ke meja Komisi III DPR RI di Jakarta setelah merasa menemui jalan buntu dalam mencari keadilan di NTB.

Hotman Paris begitu mendapatkan informasi kasus ini bergegas menjemput keluarga Radiet untuk dibawa ke Jakarta.

Dalam kedatangan ke DPR RI ini juga selain pengacara Tim Hotman Paris juga dihadiri pengacara gabungan dari NTB yang mengawal kasus ini untuk Radiet.

Di hadapan anggota dewan, Makkiyati menceritakan bagaimana anaknya yang semula dilaporkan sebagai korban begal justru berakhir mengenakan baju tahanan oranye.

"Dia bilang ke saya, 'Mama, saya berani bersumpah dicabut nyawa oleh Allah kalau saya melakukannya'. Batin saya sebagai ibu mengatakan Radiet bukan pelaku," ungkapnya dengan linangan air mata.

Makkiyati juga menyoroti kejanggalan prosedur hukum yang dialami anaknya.

Menurutnya, Radiet sempat diminta mengaku telah melakukan pembunuhan tanpa didampingi kuasa hukum pada saat-saat awal.

Padahal, menurutnya, Radiet sudah memberikan ciri-ciri pelaku begal yang menyerangnya, namun polisi justru menetapkan Radiet sebagai tersangka.

"Saya orang tidak punya, Pak. Saya hanya ingin anak saya sukses," ratapnya.

Sejak 28 Agustus, Makkiyati memilih menetap di Mataram, setia menunggu di balik tembok penjara demi menemani sang putra.

Baginya, IPK 4 dan rekam jejak Radiet yang tak pernah bermasalah sejak sekolah adalah bukti bahwa anaknya tidak mungkin melakukan tindakan keji tersebut.

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa #nipah #hotman paris #KLU #dpr ri #Radiet Ardiansyah #pantai #pembunuhan