Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anak Saya Bukan Gembong! Ibu Fandi Ramadhan Menangis di DPR RI, Bongkar Tipu Muslihat Kapten Kapal Sabu 2 Ton di Batam

Nurul Hidayati • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:00 WIB

Jerit Hati Nirwana Ibu Fandi didampingi Hotman Paris di Senayan:
Jerit Hati Nirwana Ibu Fandi didampingi Hotman Paris di Senayan:

LombokPost - Suasana ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak haru saat Nirwana dan Sulaiman, orang tua dari Fandi Ramadhan, menyampaikan kesaksiannya.

Sambil terisak, Nirwana menceritakan bagaimana putra mereka yang merupakan lulusan D-4 Pelayaran itu dijebak masuk ke dalam jaringan gelap narkoba internasional.

Keadilan bagi Fandi Ramadhan kini menjadi pertaruhan di gedung parlemen. Orang tua Fandi, Nirwana dan Sulaiman, hadir langsung membeberkan kronologi "jebakan betmen" yang menimpa anak mereka.

"Anak saya melamar resmi ke agen untuk kapal kargo di Thailand. Tapi sampai di sana, dia malah dipaksa naik kapal tanker. Kontraknya kargo, tapi yang datang tanker," ungkap Nirwana di depan anggota dewan.

Ia menjelaskan bahwa Fandi sempat menaruh curiga saat diperintahkan mengangkut kotak-kotak misterius di tengah laut secara estafet.

Ketidakadilan terasa makin nyata saat fakta persidangan mengungkap bahwa Fandi berkali-kali bertanya kepada Kapten Hasiolan Samosir mengenai isi kotak tersebut.

Nirwana menambahkan detail menyedihkan saat Fandi diperintah mencopot bendera kapal.

"Fandi menolak mencopot bendera karena tahu itu menyalahi aturan pelayaran. Akhirnya orang lain yang mencopot. Anak saya tahu aturan, dia pelaut terdidik, tidak mungkin dia sengaja ikut menyelundupkan narkoba," tuturnya.

Sulaiman pun tak kuasa menahan air mata. Ia memohon kepada pimpinan Komisi III DPR RI agar anaknya diberikan keadilan.

"Saya bermohon kepada Bapak-Bapak di sini, tolong anak saya. Dia hanya ingin bekerja mencari rezeki," ucapnya singkat dengan suara bergetar.

Fandi yang baru menginjakkan kaki di kapal selama tiga hari, kini justru terancam hukuman mati atas kasus kepemilikan sabu senilai Rp4 triliun.

Tangis Pecah di DPR RI, Ayah dan Ibu Fandi Ramadhan Minta Keadilan:
Tangis Pecah di DPR RI, Ayah dan Ibu Fandi Ramadhan Minta Keadilan:

Kuasa hukum dari Batam yang turut hadir menjelaskan bahwa Fandi adalah korban penyesatan informasi.

"Di kontrak MP North Star (Kargo), nyatanya dibawa ke kapal tanker Sea Dragon. Di tengah laut, kapal nelayan merapat dan memindahkan 67 kardus. Fandi sempat bertanya dan ingin membuka kardus itu, tapi dilarang kapten," jelas sang pengacara.

Hotman Paris menegaskan ada kejanggalan besar jika JPU mengabaikan fakta bahwa Fandi adalah pekerja baru yang sama sekali tidak memiliki mens rea (niat jahat).

"Siapa yang berani kasih barang 4 triliun ke orang yang baru kenal 3 hari? Logika hukumnya di mana?" tegas Hotman.

"Fandi Ramadhan takut isinya bom, tapi kaptennya berbohong bilang isinya emas dan uang. Bagaimana mungkin anak yang baru kerja 3 hari dituntut hukuman mati hanya karena menjalankan perintah kapten?" cecar Hotman Paris yang mendampingi keluarga.

Keluarga kini berharap pemanggilan APH oleh DPR bisa membuka tabir gelap kasus ini.

Editor : Kimda Farida
#Fandi Ramadhan #hotman paris #Sabu #dpr ri #Batam