Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kecam Agresi AS-Israel ke Iran, PBNU Serukan Warga Nahdliyin Qunut Nazilah Setiap Salat Fardu

Umar Wirahadi • Selasa, 3 Maret 2026 | 07:34 WIB

Ilustrasi bendera NU
Ilustrasi bendera NU

 

LombokPost – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan surat instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin untuk melaksanakan pembacaan qunut nazilah dalam setiap salat fardu.

Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas imbas agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.

Instruksi itu sudah disampaikan ke seluruh PWNU seluruh Indonesia. Termasuk PWNU NTB. "Kami di PWNU NTB sudah melanjutkan instruksi ini ke warga nahdliyyin di NTB," kata Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi, Senin (2/3). 

Instruksi tersebut tertuang dalam surat nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadhan 1447 H atau 1 Maret 2026 M.

Menurut Daud, pihaknya sudah melanjutkan instruksi ke seluruh badan otonom (Banom) dan PCNU se-NTB untuk diteruskan ke seluruh tingkatan. 

PBNU menginstruksikan agar qunut nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap salat fardu, termasuk salat Jumat. Langkah ini dipandang sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. 

Melalui qunut nazilah, ujar Daud, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan. 

"Saya kira instruksi PBNU ini menjadi pengingat bahwa solidaritas umat Islam tidak hanya diwujudkan melalui sikap politik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kekuatan doa bersama," jelas Daud. 

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Serangan AS dan Israel atas Iran dinilai sebagai tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional.

Bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme.

"Saya mengutuk keras tindakan agresi AS dan Israel ke Iran ini," tegas Gus Yahya dalam rilis resmi, Senin (2/3). 

Ia juga mengungkapkan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan itu. Gus Yahya ⁠⁠mengajak seluruh umat Islam dan segenap komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar selamat dari kemelut ini.

PBNU juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan internasional dengan PBB sebagai perwujudan struktural. Agar PBB dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif.

"Kami juga ⁠⁠mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Karena ini amanat konstitusi kita," pungkas Gus Yahya. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Israel #PBNU #PWNU NTB #iran #Agresi Amerika #ayatollah ali khamenei #Qunut Nazilah