LombokPost - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah keras isu yang menyebutkan bahwa anggaran pendidikan dikurangi demi mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Seskab Teddy menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Bahkan anggarannya justru mengalami peningkatan fokus pada siswa, guru, dan infrastruktur.
Program Lama Tetap Berjalan, Program Baru Ditambah
Seskab Teddy memastikan bahwa tidak ada program strategis dari periode sebelumnya yang dihentikan.
Program-program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) dipastikan terus berlanjut.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Program MBG hadir sebagai pelengkap, bukan pengganti,” ujar Seskab Teddy.
Masifnya Pembangunan Infrastruktur Pendidikan
Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan perbaikan dan pembangunan fasilitas pendidikan di seluruh Tanah Air.
Sekolah Rakyat: Memfasilitasi anak putus sekolah atau yang belum pernah sekolah dengan sistem asrama, gizi, dan kesehatan terjamin.
Tahun lalu sudah menampung hingga 20.000 siswa di 166 sekolah, dan tahun ini ditargetkan membangun 100 sekolah baru.
Rehabilitasi Sekolah: Hingga tahun 2025, sekitar 16.000 sekolah telah diperbaiki dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun.
Teknologi Pembelajaran: Pemerintah telah menyalurkan 280.000 televisi digital ke sekolah-sekolah untuk mendukung metode belajar modern.
Visi Sekolah Garuda dan Kampus Baru
Selain sekolah rakyat, Presiden Prabowo juga sedang menjalankan proyek Sekolah Garuda dan sekolah terintegrasi, serta pembangunan kampus-kampus baru di berbagai wilayah.
Langkah ini merupakan strategi besar pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi melalui MBG berjalan beriringan dengan kualitas fasilitas pendidikan demi menciptakan generasi unggul.
Editor : Pujo Nugroho