Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sambut Lebaran 1447 H, Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Diskon Transportasi, hingga Bantuan Pangan Masif

Nurul Hidayati • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:38 WIB

Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

LombokPost – Pemerintah resmi meluncurkan rangkaian kebijakan strategis dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Melengkapi pengumuman Tunjangan Hari Raya (THR), Pemerintah kini merilis Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang dirancang untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus mempermudah mobilisasi masyarakat selama periode mudik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (03/3/2026), menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga dan kemacetan ekstrem.

Strategi Penguraian Mudik: Kebijakan WFA

Salah satu poin utama dalam paket stimulus ini adalah penerapan sistem kerja jarak jauh atau Work From Anywhere (WFA). Pemerintah menetapkan jadwal WFA bagi aparatur negara dan mendorong sektor swasta untuk beradaptasi.

Pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026 (Menjelang puncak arus mudik) dan 25, 26, dan 27 Maret 2026 (Periode arus balik)

"Kebijakan WFA ini dimaksudkan agar beban transportasi di jalan raya maupun moda transportasi umum dapat terdistribusi lebih merata. Kita ingin menghindari penumpukan volume kendaraan pada satu hari puncak saja," ujar Airlangga.

Subsidi Ongkos Mudik Senilai Rp911 Miliar

Untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang dikhususkan untuk diskon transportasi.

Dana yang bersumber dari kombinasi APBN dan non-APBN ini akan menyasar tiket transportasi umum darat, laut, dan udara.

Pemerintah berharap dengan adanya diskon ini, masyarakat lebih terdorong untuk menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi, yang pada gilirannya akan meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Penebalan Jaring Pengaman Sosial

Menyadari potensi kenaikan harga pangan menjelang Lebaran, pemerintah juga mengucurkan bantuan pangan senilai Rp14,09 triliun.

Bantuan ini akan didistribusikan kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok Indonesia. Setiap keluarga akan menerima: 10 kg Beras dan 2 liter Minyak Goreng.

"Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau saat merayakan Idulfitri," tambah Menko Airlangga.

Upaya Menjaga Daya Beli

Seluruh paket stimulus ini, mulai dari pendorongan WFA, subsidi transportasi, hingga bantuan pangan, bekerja secara sinergis dengan pemberian THR ASN senilai Rp55 triliun dan THR sektor swasta yang diprediksi mencapai Rp124 triliun.

Pemerintah optimistis kombinasi kebijakan ini mampu menggerakkan roda ekonomi nasional secara signifikan pada kuartal pertama tahun 2026.

Editor : Kimda Farida
#idulfitri #mudik #jalan raya #Stimulus #wfa #hari raya