LombokPost - Di tengah bayang-bayang krisis pangan dunia, Indonesia justru mencetak prestasi gemilang.
Pemerintah secara resmi melepas ekspor perdana Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kualitas premium sebanyak 2.280 ton menuju Arab Saudi.
Pelepasan ekspor senilai Rp38 miliar ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum BULOG.
Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa posisi Indonesia sebagai produsen beras dunia kian kokoh dan tak tergoyahkan.
Bukan Ilusi, Produksi Melimpah
Mentan Amran menegaskan bahwa ekspor ini bukanlah sekadar wacana di atas kertas. Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 3,7 juta ton, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah stok beras pada bulan Maret.
"Ini adalah aksi nyata, bukan ilusi. Kita kirim 2.000 ton lebih. Ini momentum baik karena produksi kita melimpah," tegas Amran penuh optimisme.
Tak berhenti di Arab Saudi, pemerintah kini tengah membidik pasar internasional lainnya seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina untuk memperluas jangkauan "Beras Merah Putih" di kancah global.
Manjakan Lidah Jamaah Haji
Target utama ekspor perdana ini adalah memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 215 ribu jamaah haji asal Indonesia di tanah suci.
Ke depan, potensi pasar ini diprediksi akan meledak hingga 50 ribu ton, mengingat jumlah jamaah umrah dan mukimin Indonesia mencapai 2 juta orang per tahun.
"Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan terus. Ini langkah awal untuk melayani kebutuhan saudara-saudara kita di sana dengan beras dari tanah air sendiri," tambah Mentan.
Kualitas Premium di Atas Standar
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjamin beras yang dikirim memiliki kualitas "wahid".
Jika beras premium di pasar domestik biasanya memiliki tingkat pecahan (broken) 15 persen, maka beras yang dikirim ke Saudi ini jauh lebih berkelas.
"Beras yang kita berikan adalah yang terbaik. Pecahannya hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen. Ini benar-benar kualitas premium tertinggi," jelas Ahmad.
Langkah ekspor ini diharapkan menjadi stimulus bagi para petani lokal untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia di masa depan.
Editor : Kimda Farida