Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kejar Target 100 Gigawatt, Indonesia Siap Mandiri Energi Lewat Matahari, Investasi Triliunan Mengucur!

Nurul Hidayati • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:29 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan keterangannya kepada awak media.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan keterangannya kepada awak media.

LombokPost - Indonesia bersiap meninggalkan ketergantungan pada energi fosil.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh penjuru Tanah Air.

Target ambisius 100 Gigawatt (GW) kini mulai dieksekusi dengan prioritas awal sebesar 13 GW.

Keputusan krusial ini diambil dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta. Pemerintah tak lagi ingin main-main dalam mengejar swasembada energi nasional.

Tahap Awal 13 Gigawatt

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap.

"Dari usulan awal 100 gigawatt, kita prioritaskan 13 gigawatt terlebih dahulu di daerah-daerah yang infrastruktur distribusinya sudah siap," ungkap Rosan kepada wartawan usai rapat.

Langkah ini didukung penuh oleh kesiapan industri dalam negeri. Rosan membocorkan bahwa investasi senilai 1,4 miliar dolar AS telah masuk untuk membangun pabrik komponen tenaga surya.

"Investasi ini sudah masuk dan akhir tahun ini selesai. Ini akan mempermudah kita menggunakan produksi dalam negeri untuk proyek PLTS," tambahnya.

Sumenep Jadi Etalase Keberhasilan

Sebagai bukti nyata, pemerintah telah sukses mengembangkan prototipe PLTS berkapasitas 1 Megawatt (MW) di Kabupaten Sumenep, Madura. Proyek ini akan menjadi cetak biru (blueprint) nasional.

"Prototipe di Sumenep akan ditinjau langsung oleh tim dari Kementerian ESDM dan Mendikti. Setelah dievaluasi, model ini akan kita roll out ke seluruh desa di Indonesia," papar Rosan.

Perintah Tegas Presiden

Presiden Prabowo Subianto tak ingin proyek ini jalan di tempat. Ia memerintahkan BPI Danantara untuk memutar otak mencari skema pendanaan yang kreatif dan agresif.

"Presiden mendorong percepatan dengan berbagai skema pendanaan. Kami diminta segera mempelajari struktur kerja sama, baik dengan investor dalam negeri maupun pihak swasta yang memiliki keunggulan teknologi solar panel dan baterai," tegas Rosan.

Dengan komitmen investasi yang besar dan dukungan teknologi yang kini mulai diproduksi di dalam negeri, impian Indonesia untuk menjadi raksasa energi terbarukan bukan lagi sekadar angan-angan. Indonesia kini tengah bersiap menyongsong masa depan energi bersih yang mandiri dan berdaulat.

Editor : Pujo Nugroho
#Presiden Prabowo #plts #Danantara #swasembada energi #Investasi Hijau