Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PANGAN NASIONAL AMAN! Mentan Amran Garansi Stok Beras Cukup hingga 11 Bulan, Harga Pupuk Malah Turun 20 Persen!

Nurul Hidayati • Senin, 9 Maret 2026 | 16:43 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa di tengah dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan, kondisi pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa di tengah dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan, kondisi pangan nasional.

LombokPost - Di tengah isu krisis pangan global dan ancaman perubahan iklim, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar sejuk bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, stok beras nasional dinyatakan dalam kondisi sangat aman dan terkendali bahkan untuk jangka waktu panjang.

Mentan memastikan ketersediaan beras saat ini sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan. "Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita sangat mencukupi," tegas Amran di Jakarta.

Stok Melimpah, Produksi Lampaui Konsumsi

Ketangguhan pangan Indonesia saat ini didorong oleh total ketersediaan beras yang mencapai 27,99 juta ton.

Angka ini merupakan gabungan dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok di masyarakat 12,50 juta ton, serta padi siap panen (standing crop) sebesar 11,73 juta ton.

Data produksi periode Januari hingga Mei 2026 juga menunjukkan tren positif dengan angka 16,92 juta ton.

"Rata-rata produksi bulanan kita berada di angka 2,6 hingga 5,7 juta ton. Ini sudah melampaui rata-rata konsumsi nasional yang hanya 2,59 juta ton per bulan. Jadi, ada surplus," imbuhnya.

Pompanisasi Jadi "Senjata" Lawan Kekeringan

Menyadari adanya ancaman El Nino dan kekeringan, Kementerian Pertanian tidak tinggal diam. Program pompanisasi besar-besaran menjadi strategi utama untuk menjaga produktivitas lahan.

Setelah sukses dengan 1,2 juta hektare tahun lalu, pemerintah menambah target pompanisasi untuk 1 juta hektare lahan lagi tahun ini.

Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi menjadi cadangan strategis. Lahan ini tetap produktif menghasilkan padi meskipun daerah lain mulai mengalami keterbatasan pasokan air.

Pupuk Aman, Harga Turun Drastis

Kabar baik lainnya bagi para petani adalah stabilitas input pertanian. Mentan memastikan ketersediaan pupuk saat ini dalam kondisi sangat aman. Bahkan, harganya tercatat mengalami penurunan hingga 20 persen.

"Harga pupuk turun ini menjadi motivasi besar bagi petani kita untuk terus menanam. Produksi kuat, stok cukup, dan langkah antisipasi kekeringan sudah siap. Insyaallah, pangan kita aman," tutup Amran optimis.

Dengan stok BULOG yang diprediksi menembus 5 juta ton saat panen raya dua bulan ke depan, Indonesia semakin memperkokoh benteng ketahanan pangannya di tengah dinamika dunia yang kian tidak menentu.

Editor : Pujo Nugroho
#stok #Beras