LombokPost - Kabar baik bagi jutaan calon jemaah haji Indonesia di tengah dinamisnya ekonomi global.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melaporkan rapor hijau dengan mencatat total aset konsolidasi mencapai Rp238,99 triliun pada akhir tahun 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp221,05 triliun.
Peningkatan aset ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana haji nasional tetap berjalan kuat, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan rasa tenang bagi jemaah yang tengah menanti antrean keberangkatan.
Pengelolaan Profesional dan Transparan
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa pertumbuhan aset ini merupakan buah dari pengelolaan dana yang profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent).
“Pertumbuhan aset pada 2025 menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji tetap berjalan sehat. Kami berkomitmen menjaga amanah jemaah dan memastikan dana haji memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Fadlul dalam siaran pers, Kamis (12/3).
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Mobilisasi Tarif Kiriman Jamaah Haji, Ada Kaitannya dengan BPKH?
Investasi Syariah Jadi Penopang
Kenaikan aset tersebut ditopang oleh penguatan portofolio investasi pada instrumen syariah yang aman dan produktif. Tercatat, aset investasi dan penempatan dana jemaah per akhir 2025 mencapai Rp169,31 triliun, naik dari Rp160,54 triliun pada tahun 2024.
Dari hasil investasi tersebut, BPKH membukukan pendapatan nilai manfaat bersih sebesar Rp11,48 triliun. Angka ini merupakan komponen vital untuk mensubsidi biaya penyelenggaraan ibadah haji agar tetap terjangkau bagi jemaah tanpa mengurangi kualitas layanan di tanah suci.
Baca Juga: BPKH Buka Lowongan 2025, Ini Posisi yang Dibutuhkan dan Tanggal Pendaftarannya
Fokus pada Keberlanjutan
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan dan Akuntansi, Amri Yusuf, menambahkan bahwa strategi investasi terus diperkuat untuk menghadapi tantangan masa depan. Selain fokus pada nilai manfaat bagi jemaah, BPKH juga mengoptimalkan Dana Abadi Umat (DAU) untuk program kemaslahatan masyarakat luas.
“Optimalisasi pengelolaan dana ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat bagi jemaah serta mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik,” kata Amri.
Dengan performa keuangan yang stabil dan akuntabel, BPKH optimistis dapat terus meningkatkan kinerja investasinya demi memberikan nilai manfaat terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Editor : Pujo Nugroho