Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Staf KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Negara Diminta Tak Tinggal Diam!

Marthadi • Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48 WIB

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.(Miftahul Hayat/Jawa Pos).
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya.(Miftahul Hayat/Jawa Pos).
LombokPost - Teror gelap kembali menghantui pejuang hak asasi manusia di tanah air.

Kali ini, cairan asam yang mematikan menjadi senjata pengecut untuk membungkam suara kritis, meninggalkan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar: siapa sebenarnya dalang di balik aksi keji ini?

Dunia aktivisme Indonesia dikejutkan dengan kabar tragis yang menimpa Andrie Yunus, salah satu staf di Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Kejadian penyiraman air keras yang menyasar pejuang HAM ini memicu gelombang kemarahan publik yang menuntut keadilan segera ditegakkan.

Menyikapi insiden berdarah tersebut, pihak KontraS secara tegas mendesak negara agar turun tangan dan melakukan pengusutan tuntas terhadap kasus ini.

Serangan ini dipandang bukan sekadar aksi kriminal jalanan, melainkan sebuah ancaman serius terhadap demokrasi dan keselamatan para pembela hak masyarakat.

Dikutip dari laman jawapos.com, KontraS meminta agar aparat penegak hukum tidak hanya menangkap eksekutor di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual yang merencanakan teror tersebut.

Publik kini menunggu langkah nyata dari pemerintah untuk menjamin keselamatan warga negaranya yang berani menyuarakan kebenaran.

Editor : Marthadi
#Teror aktivis HAM #penyiraman air keras #Investigasi negara #kontras #Andrie Yunus