LombokPost - Tekanan arus mudik di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang mencapai puncaknya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
Guna memastikan kelancaran di titik krusial ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi didampingi Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho meninjau langsung operasional pelabuhan pada Selasa (17/3).
Koordinasi lintas sektoral ini membuahkan hasil nyata dalam mengurai antrean panjang yang sempat melumpuhkan jalur utama Bali Barat tersebut.
Jurus TBB dan Prioritas Penumpang
Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa percepatan arus kendaraan kini bertumpu pada pola TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat). Strategi ini memangkas waktu sandar kapal secara signifikan sehingga frekuensi penyeberangan meningkat tajam.
"Dengan langkah-langkah tersebut, termasuk pengoperasian kapal berkapasitas besar dan maksimalisasi buffer zone, kepadatan sudah bisa kita urai," kata Dudy.
Ia menegaskan bahwa kendaraan penumpang seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus menjadi prioritas utama untuk segera diseberangkan. Sementara itu, kendaraan barang tetap dilayani namun dengan pengaturan khusus agar tidak menghambat laju pemudik.
Data H-5: Penumpang Naik 2,9 Persen
Berdasarkan data resmi Posko Gilimanuk selama 24 jam pada H-5 (16 Maret 2026), tercatat aktivitas penyeberangan yang sangat massif.
Baca Juga: Polri Gelar Operasi Ketupat 2026, Amankan 5 Klaster Utama Jalur Mudik hingga Kawasan Wisata
Total Trip: 251 kali penyeberangan dari Bali ke Jawa. Total Penumpang: 76.495 orang (naik 2,9% dibanding tahun lalu). Kendaraan Roda Dua: 14.398 unit. Kendaraan Roda Empat: 6.350 unit. Total Kendaraan: 23.025 unit (termasuk truk dan bus).
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, tercatat sebanyak 309.135 orang dan 97.787 unit kendaraan telah menyeberang meninggalkan Pulau Dewata menuju Pulau Jawa.
Sentilan Tegas untuk Angkutan Logistik
Menhub kembali memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha transportasi logistik. Ia menyebut ketidakpatuhan terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional kendaraan barang menjadi faktor utama pemicu antrean "horor" di Gilimanuk.
"Ketidakpatuhan terhadap SKB itu yang menyebabkan antrean panjang. Kami minta pengusaha angkutan logistik mematuhi aturan yang ada," tegas Menhub.
Implikasi bagi Pemudik
Bagi warga yang merencanakan perjalanan balik melalui jalur darat Bali, data ini menunjukkan bahwa puncak kepadatan sudah mulai terdistribusi. Namun, dengan volume kendaraan yang sudah menembus angka 97 ribu unit, kewaspadaan terhadap titik lelah di jalur Jembrana tetap harus ditingkatkan.
Kakorlantas Polri memastikan personelnya tetap siaga di pos pengamanan dan terpadu untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Pastikan saldo tiket elektronik sudah siap sebelum memasuki area pelabuhan guna mempercepat proses verifikasi di pintu masuk.
Editor : Rury Anjas Andita