LombokPost - Kerja keras jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus mulai membuahkan hasil signifikan.
Tak tanggung-tanggung, penyidik melakukan penyisiran masif terhadap 86 titik rekaman CCTV guna memetakan pergerakan pelaku secara presisi dan akuntabel.
Langkah ini menjadi bukti penerapan Scientific Crime Investigation yang menjadi atensi khusus Kapolri untuk memastikan pengungkapan kasus berbasis data faktual.
Baca Juga: Staf KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Negara Diminta Tak Tinggal Diam!
Penyisiran Berangkai dari Keberangkatan hingga Pelarian
Pemeriksaan puluhan CCTV tersebut dilakukan secara berangkai dan mendalam. Penyidik melacak jejak digital mulai dari titik keberangkatan terduga pelaku, lokasi kejadian perkara (TKP), hingga jalur pelarian yang digunakan usai melakukan aksi kejinya.
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rute yang ditempuh pelaku sehingga tidak ada celah bagi mereka untuk berkelit dari jeratan hukum.
Petunjuk Krusial: Wajah Pelaku Terekam Jelas
Upaya teliti tersebut membuahkan hasil manis. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin menjelaskan bahwa salah satu rekaman CCTV berhasil menangkap momen krusial sesaat sebelum aksi dilakukan. Dalam rekaman tersebut, wajah pelaku terlihat jelas karena saat itu ia belum mengenakan helm.
"Kami menyisir 86 titik CCTV untuk mendapatkan gambaran utuh. Hasilnya, kami menemukan petunjuk krusial di mana salah satu kamera merekam wajah jelas pelaku. Data visual ini kemudian kami sinkronisasikan dengan analisis pergerakan dan identifikasi pakaian yang dikenakan," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Identitas Pelaku Utama Berhasil Dikantongi
Berbekal fakta digital tersebut, polisi melakukan penguatan dengan memeriksa 15 saksi dan mencocokkan data melalui database Polri.
Hasil identifikasi fisik dan atribut yang digunakan pelaku menunjukkan konsistensi yang sangat tinggi, sehingga penyidik kini telah mengantongi identitas pasti pelaku utama.
"Berdasarkan sinkronisasi data visual dan keterangan saksi, kami telah berhasil mengidentifikasi pelaku utama. Pengungkapan ini kami lakukan secara transparan dan berbasis fakta digital yang tak terbantahkan," pungkas Kombes Pol. Iman.
Atensi Keamanan di Ruang Publik
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan digital (CCTV) di area-area strategis.
Bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, kewaspadaan terhadap pergerakan mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal tetap menjadi kunci utama keamanan bersama.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin