Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Campak Diklaim Turun Signifikan

Lombok Post Online • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:00 WIB

Kemenkes Perkuat Surveilans 24 Jam: Kasus Suspek Campak Melonjak Signifikan
Kemenkes Perkuat Surveilans 24 Jam: Kasus Suspek Campak Melonjak Signifikan

LombokPost - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penurunan signifikan kasus campak di Indonesia hingga minggu ke-12 di tahun ini.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut, meski sempat meningkat di awal tahun, kasus kini terus melandai.

“Kasus campak di Indonesia pada 2026 ini memang meningkat pada minggu pertama tahun ini, kemudian menurun, kemudian naik sedikit di minggu ke-9, dan secara konstan menurun sampai dengan minggu ke-12,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta Senin (30/3).

Dia memaparkan, pada minggu ke-12 epidemiologi, tercatat 146 kasus, turun dibandingkan minggu ke-11 sebanyak 368 kasus.

Jika dibandingkan dengan minggu pertama 2026 yang mencapai 2.220 kasus, terjadi penurunan sekitar 93 persen.

Tren penurunan juga terjadi di sejumlah provinsi dengan kasus tinggi, seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Jawa Barat.

“Sekalipun angkanya sudah menurun, surveilans ketat tetap kami lakukan,” tegasnya.

Kasus Cianjur

Perhatian khusus Kemenkes ditujukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di mana seorang dokter laki-laki berusia 25 tahun Kamis (26/3) pekan lalu meninggal dunia akibat campak dengan komplikasi. “Kasus mengeluh demam, flu, dan batuk.

Kasus meminta izin untuk tidak dinas, sudah diizinkan. Namun, kasus tetap datang juga untuk berdinas selama tiga hari berturut-turut menangani ada kasus campak,” ungkap Andi.

Kondisi pasien kemudian memburuk hingga akhirnya dirawat intensif. “Pada pukul 11.30, kasus dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis akhir campak dengan gangguan jantung dan otak,” ucapnya.

Meski demikian, secara umum situasi di Cianjur relatif terkendali. Dari 25 suspek campak, hanya sembilan yang terkonfirmasi dan pada minggu ke-12 tidak ditemukan kasus baru.

Sebagai respons, Kemenkes menerbitkan surat edaran kewaspadaan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Salah satu poin penting adalah penguatan perlindungan nakes di fasilitas layanan kesehatan. (lyn/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Kasus #Indonesia #Kemenkes #campak #demam #komplikasi