LombokPost - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mempertegas komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil memastikan bahwa tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama untuk jenis subsidi, di tengah memanasnya tensi geopolitik dunia.
Dalam penyampaiannya yang lugas, mantan sopir angkot ini juga membawa kabar baik mengenai ketahanan cadangan energi nasional yang saat ini berada dalam posisi sangat kuat.
Baca Juga: RESMI! Pemerintah Putuskan Harga BBM Tidak Naik, Mensesneg: Stok Aman, Masyarakat Jangan Panik!
Cadangan Melimpah di Atas Standar
Bahlil menjamin bahwa masyarakat tidak perlu risau akan ketersediaan energi. Menurut datanya, cadangan BBM nasional, mulai dari Solar, Bensin, hingga LPG, saat ini berada di atas standar minimum nasional.
"Kita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk Bapak Presiden. Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Baca Juga: Heboh Isu BBM Naik 1 April, Pertamina Buka Suara: Ini Faktanya!
Surplus Solar Berkat B50 dan RDMP Kalimantan
Salah satu terobosan besar yang diungkapkan Menteri ESDM adalah optimisme swasembada solar tahun ini.
Dengan implementasi kebijakan B50 (campuran 50% biodiesel) dan mulai beroperasinya kilang RDMP di Kalimantan Timur, Indonesia diprediksi akan mengalami surplus solar.
"Insyaallah di tahun ini kita akan mengalami surplus untuk solar kita. Ini menjadi kabar baik bagi kemandirian energi kita," tambahnya.
Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi: Tetap Flat!
Mengenai isu sensitif harga, Bahlil menegaskan posisi pemerintah:
BBM Subsidi: Tidak ada penyesuaian, baik naik maupun turun. Harga tetap flat mengikuti harga sekarang.
BBM Non-Subsidi (Pertamax cs): Hingga saat ini belum ada penyesuaian harga. Pemerintah bersama Pertamina dan operator swasta lainnya masih terus melakukan pembahasan mendalam.
Pertadex/Solar Kualitas Tinggi: Juga dipastikan belum ada perubahan harga.
Pesan "Mantan Sopir Angkot" untuk Warga
Bernostalgia dengan masa lalunya sebagai sopir angkot, Bahlil mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk lebih cerdas mengelola informasi dan bijak dalam mengonsumsi BBM.
"Saya mantan sopir angkot. Saya mengajak masyarakat, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan kerja sama masyarakat dengan cara membeli BBM secara wajar dan bijak," pesannya.
Ia mengimbau agar warga tidak melakukan penimbunan atau pembelian berlebih yang tidak perlu. Penggunaan BBM secara proporsional akan membantu pemerintah menjaga stabilitas stok.
"Informasi yang dipegang harus bersumber dari pemerintah. Selain itu, saya mohon kita lebih cerdas mengelola informasi agar situasi tetap stabil," pungkas Bahlil.
Editor : Nurcahaya.NJ