Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Tiongkok Sampaikan Duka Cita untuk Indonesia, Respons Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon usai Diserang Israel

Akbar Sirinawa • Rabu, 1 April 2026 | 06:30 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. [File/AP]
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. [File/AP]

 

LombokPost-Pemerintah Tiongkok menyampaikan dukacita atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dua prajurit TNI gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kematian pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia. Setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.

Dua prajurit TNI, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur saat mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, Senin (30/3). Keduanya merupakan tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL sebagai bagian East Mobile Reserve (SEMR).

Baca Juga: Breaking News: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pos PBB Dihantam Serangan Israel

Selain korban meninggal, dua prajurit lainnya yakni Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto mengalami luka berat. Keduanya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

"Serangan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima. Pihak-pihak yang berkonflik harus menghentikan pertempuran sesegera mungkin dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB," tambah Mao Ning.

Mao Ning menyebut Tiongkok siap memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi deeskalasi serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Tiongkok juga mendesak pihak yang berkonflik meredakan ketegangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi UNIFIL terkait penyebab ledakan tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3), satu prajurit TNI lainnya Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat serangan artileri di dekat Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan. Dengan demikian, total tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

Baca Juga: Profesional dan Terbuka! Pengamat Hukum Apresiasi Kecepatan Puspom TNI Ungkap Oknum Terlibat Kasus Air Keras KontraS

Dalam insiden tersebut, tiga prajurit lainnya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif mengalami luka-luka.

Atas dua kejadian itu, Indonesia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dan mendesak penyelidikan yang cepat, menyeluruh, serta transparan.

Menteri Luar Negeri Sugiono juga telah menghubungi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkait insiden tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengutuk keras serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia. Ia juga berharap prajurit yang terluka segera pulih.

Lacroix menegaskan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran karena melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Resolusi yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 itu menjadi kerangka kerja gencatan senjata permanen dan solusi jangka panjang di Lebanon Selatan.

UNIFIL saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Berdasarkan data UN Peacekeeping, per Januari 2026 terdapat 756 personel Indonesia yang bertugas di UNIFIL Lebanon. 

Editor : Akbar Sirinawa
#tiongkok #Prajurit TNI Gugur #lebanon #unifil