LombokPost - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui data deteksi tsunami menyusul gempa hebat berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang pagi ini, Kamis (2/4).
Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat lima titik di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara telah mendeteksi kedatangan gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi.
Berdasarkan laporan terbaru dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), gelombang pertama terdeteksi menyentuh daratan di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB setinggi 0,3 meter.
Baca Juga: BMKG Tegaskan Gempa Pacitan Megathrust, tapi Aman dari Tsunami
Tak lama berselang, wilayah Bitung juga mencatat kenaikan air laut setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB.
Kondisi air laut terus mengalami fluktuasi di wilayah sekitarnya. Di Sidangoli, tsunami terpantau setinggi 0,35 meter pada pukul 06.16 WIB.
Kenaikan paling signifikan sejauh ini terdeteksi di Minahasa Utara dengan ketinggian mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WIB, disusul wilayah Belang setinggi 0,68 meter pada pukul 06.36 WIB.
Meski ketinggian gelombang terpantau di bawah satu meter, BMKG menegaskan bahwa status peringatan dini tsunami masih berlaku.
Karakteristik tsunami dapat berupa gelombang yang datang berulang kali, di mana gelombang pertama belum tentu menjadi yang terbesar.
Masyarakat yang berada di sepanjang garis pantai Maluku Utara dan Sulawesi Utara diminta untuk tetap berada di lokasi evakuasi atau menjauhi area bibir pantai.
Hingga ada pernyataan resmi "Peringatan Dini Tsunami Berakhir" dari pihak berwenang.
Tetap waspada terhadap gempa susulan dan hindari bangunan yang sudah retak atau tidak stabil akibat guncangan utama sebelumnya.
Editor : Nurcahaya.NJ