Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mendikdasmen Siapkan Sistem Pencegah Kecurangan, Dua Persen Tak Ikut TKA SMP di Hari Pertama

Redaksi • Selasa, 7 April 2026 | 11:40 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. (JAWA POS)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. (JAWA POS)

LombokPost - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Senin (6/4) berjalan lancar. Meski kehadiran peserta tidak mencapai 100 persen.

Secara nasional, pelaksanaan TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari target peserta.

Ada sekitar 2 persen siswa belum mengikuti TKA karena berbagai alasan, mulai dari kesiapan psikologis hingga pertimbangan orang tua.

Baca Juga: TKA 2026 Lombok Tengah Dimulai, Seluruh Siswa Non-Peserta Wajib Belajar dari Rumah

Hal ini sejatinya tak jadi persoalan. Sebab, TKA bukan penentu kelulusan murid. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.

“Setelah TKA ini masih ada kegiatan pembelajaran sebagaimana biasa. Juga ada tes yang diselenggarakan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran,” ujarnya saat meninjau hari pertama TKA di SMP Negeri 2 Curug Kabupaten Tangerang Ban-ten kemarin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa TKA ini berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar.

Baca Juga: Tidak Hanya Hafalan, Ribuan Pelajar SMP di Kota Mataram Diuji Berpikir Kritis Lewat Soal HOTS dalam TKA 2026

Sehingga hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini telah mencakup nilai rapor serta capaian nonakademik.

Proteksi Teknis

Untuk memastikan pelaksanaan TKA yang kredibel, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai sistem pencegahan kecurangan. Proteksi teknis telah dirancang sejak awal agar proses asesmen berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga: TKA 2026 di Mataram Capai 99,46 Persen, 6.405 Siswa SMP Ikut Ujian

Untuk satuan pendidikan yang terdampak bencana seperti yang mengalami kebakaran dan banjir, pemerintah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan. Ujian akan dilakukan berbasis komputer guna memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan haknya.

Senada, Kepala SMP Negeri 2 Curug Purwaningsih menyatakan, bahwa pelaksanaan hari pertama TKA di sekolahnya berjalan lancar. Dalam sehari, TKA diselenggarakan dalam tiga sesi. “Kami menggunakan tiga ruang dengan masing-masing sekitar 20 peserta sehingga total 60 siswa per sesi,” jelasnya.

Salah satu murid SMPN 2 Curug Heiba Anindya mengaku deg-degan. Sebab ini pengalaman pertama.

“Tapi, saya juga penasaran dengan soal-soalnya, karena dari cerita kakak kelas ada yang bilang sulit, ada juga yang bilang mudah,” ungkapnya.

Hari pertama TKA jenjang SMP mengujikan mata pelajaran Matematika dan numerasi. Para siswa disuguhkan 30 butir soal untuk diselesaikan dalam waktu 75 menit. Setelahnya, siswa diminta untuk melakukan pengisian survei karakter selama 20 menit. (mia/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#kelulusan murid #Tes Kemampuan Akademik #pendidik #penilaian #tka