LombokPost - Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku usaha yang kerap berlalu-lalang antara Indonesia dan Korea Selatan.
Mulai 1 April 2026, Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR antarnegara.
Inovasi ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Negeri Gingseng cukup dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan domestik.
Baca Juga: Volume Transaksi QRIS di NTB Meroket 138 Persen
Efisien Tanpa Tukar Valas
Langkah strategis ini merupakan bagian dari Joint Vision Statement (JVS) yang disepakati oleh Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung.
Keunggulan utama dari konektivitas ini adalah sistem transaksi yang langsung menggunakan mata uang lokal kedua negara (Local Currency Settlement).
Artinya, pengguna tidak perlu lagi menukarkan uang ke mata uang Won atau Dolar AS terlebih dahulu.
Transaksi menjadi lebih efisien, berbiaya rendah, dan nilai tukarnya lebih transparan.
Sehingga ini akan makin perkuat UMKM dan meningkatkan pariwisata.
"Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM dan meningkatkan pariwisata," ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam peresmian yang dilakukan secara simultan di Jakarta dan Seoul.
Daftar Bank dan Aplikasi yang Bisa Digunakan
Untuk tahap awal per 1 April 2026, sejumlah lembaga keuangan telah siap melayani transaksi QR antarnegara di Korea Selatan, di antaranya.
Bank: BCA, Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Mega, CIMB Niaga, Permata Bank, OCBC NISP, Bank Sinarmas, Nobu Bank, dan Bank Woori Saudara.
Non-Bank (E-Wallet): Airpay International (ShopeePay), Espay Debit Indonesia Koe (DANA), Finnet Indonesia, dan Netzme.
Sementara itu, beberapa penyedia jasa pembayaran lain seperti BRI, Bank Danamon, BPD Bali, hingga GoPay (Dompet Anak Bangsa) akan menyusul dalam tahap implementasi bertahap.
Tren Positif QRIS Antarnegara
Korea Selatan menjadi negara mitra terbaru yang menyusul kesuksesan implementasi QRIS antarnegara sebelumnya. Berdasarkan data BI hingga Februari 2026, tren penggunaan QRIS di luar negeri terus meroket:
Malaysia: Mencatat volume terbesar dengan 10,66 juta transaksi (Rp2,75 triliun).
Thailand: Mencatat 1,64 juta transaksi (Rp656,27 miliar).
Singapura: Mencatat 554.510 transaksi (Rp179,28 miliar).
Jepang: Sejak diluncurkan Agustus 2025, sudah membukukan 5.088 transaksi.
Data tahun 2025 bahkan menunjukkan fakta menarik: jumlah wisatawan asing yang menggunakan QRIS di Indonesia (inbound) mencapai 5,8 juta transaksi, jauh melampaui penggunaan masyarakat RI di luar negeri (outbound) yang sebanyak 1,6 juta transaksi.
Dengan jumlah pengguna QRIS di Indonesia yang telah menembus 60,77 juta orang, kerja sama dengan Korea Selatan ini diyakini akan menjadi mesin baru pendorong ekonomi digital nasional. Jadi, sudah siap jajan street food di Myeongdong pakai QRIS?
Editor : Redaksi