Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rekor Sepanjang Sejarah! Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Kanwil NTB Kebut Penyerapan 240 Ribu Ton Saat Panen Raya

Nurul Hidayati • Senin, 27 April 2026 | 15:14 WIB
AMANKAN STOK: Stok beras nasional kini melimpah setelah Perum BULOG mencatatkan rekor pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 5 juta ton per Kamis (23/4). Angka ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri, sekaligus menjadi jaminan stabilitas pangan bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri.
AMANKAN STOK: Stok beras nasional kini melimpah setelah Perum BULOG mencatatkan rekor pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 5 juta ton per Kamis (23/4). Angka ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri, sekaligus menjadi jaminan stabilitas pangan bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri.

LombokPost - Perum BULOG kembali menorehkan tinta emas dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, stok beras nasional yang dikelola BULOG berhasil menembus angka psikologis 5 juta ton per Kamis (23/4).

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat prima.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sidak ke Gudang Filial BULOG Karawang, menyatakan bahwa angka ini adalah bukti kehadiran negara.

Baca Juga: BULOG NTB Pastikan Distribusi MinyaKita Merata

Benteng Stabilitas Pangan Nasional

"Alhamdulillah, stok beras di gudang BULOG pagi ini mencapai 5.000.198 ton. Ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Dengan fondasi ini, kita siap menghadapi berbagai tantangan pangan ke depan," tegas Ahmad Rizal Ramdhani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyaksikan langsung tumpukan beras yang menggunung di gudang tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran BULOG. Menurutnya, kerja keras kolektif dalam mengoptimalkan penyerapan gabah petani dalam negeri serta didukung infrastruktur 1.500 gudang mandiri dan 1.200 gudang mitra menjadi kunci keberhasilan ini.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Bulog NTB Guyur 1,67 Juta Liter Minyak Kita

Geliat Penyerapan di NTB

Sejalan dengan rekor nasional tersebut, Perum BULOG Kanwil NTB juga tengah menunjukkan taringnya. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, NTB ditargetkan menyerap 240.661 ton setara beras pada tahun 2026 ini. Hingga saat ini, realisasi telah mencapai 118.213 ton.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar (yang akrab disapa Regar), menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan serapan mumpung masih dalam momentum panen raya.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Bulog Perluas Jangkauan Serapan Gabah dan Jagung

"Kami memaksimalkan penyerapan gabah dan beras sekaligus. Target ini tersebar di wilayah kerja Kancab Sumbawa, Bima, hingga Lombok Timur," jelas Regar.

Strategi Gudang Sewa dan Tim Jemput Pangan

Untuk menampung hasil panen yang melimpah, BULOG NTB melakukan langkah strategis dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan pihak swasta. Strategi ini diambil agar target penyerapan tidak terhambat oleh kapasitas gudang eksisting.

Selain infrastruktur, sinergi lintas sektor juga diperkuat.

BULOG NTB menggandeng TNI dan Pemerintah Daerah melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP). Tim ini bertugas memantau titik-titik panen dan mengawasi agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

"Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis target 2026 tercapai. Fokus kami adalah menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi pendapatan para petani di NTB," pungkas Regar.

Editor : Redaksi
#Stok Beras Nasional #Panen Raya 2026 #Ketahanan Pangan #perum bulog #Bulog NTB