Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tragedi Gerbong Perempuan di Stasiun Bekasi: Presiden Prabowo Instruksikan Investigasi Total dan Kucurkan Rp 4 Triliun untuk Perbaikan Lintasan

Nurul Hidayati • Selasa, 28 April 2026 | 16:32 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4). (IST)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Bekasi, Selasa (28/4). (IST)

LombokPost - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Selasa (28/4) pagi, Presiden menjenguk langsung para korban yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Insiden maut yang terjadi pada Senin malam (27/4) tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam rangkaian KRL Commuter Line Cikarang. Benturan keras menyasar gerbong paling belakang yang merupakan gerbong khusus perempuan, mengakibatkan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka.

Baca Juga: Tabrakan Dua Bus Tiara Mas di Teluk Santong Sumbawa, Ombudsman Minta Kanal Pengaduan Darurat Dibuka

Investigasi dan Solusi Permanen

Dihadapan awak media, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia memerintahkan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, lebih dari sekadar investigasi, Presiden menyoroti masalah klasik perlintasan kereta api yang belum terselesaikan sejak era kolonial.

“Kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak terjaga. Saya sudah setujui pembangunan flyover di Bekasi melalui bantuan Presiden karena wilayah ini sangat padat dan kebutuhan kereta api sangat mendesak,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Setahun Tragedi Reagan National: Tabrakan Maut 67 Nyawa, Fakta Baru Terungkap

Anggaran Rp 4 Triliun untuk 1.800 Titik

Presiden menyoroti terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang membutuhkan penanganan serius.

Menurutnya, sudah saatnya masalah infrastruktur warisan zaman Belanda ini dituntaskan demi keselamatan nyawa rakyat.

Baca Juga: Nyaris Tabrakan! Momen Tegang Marquez vs Acosta di Sprint Race MotoGP Aragon Bikin Deg-degan

Tak main-main, pemerintah telah menyiapkan anggaran hampir Rp 4 triliun untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Sudah berapa puluh tahun hal ini tidak dilakukan, sekarang saatnya kita selesaikan semua itu, apakah dengan pos jaga atau dengan flyover,” imbuhnya dengan nada bicara tegas.

Evaluasi Menyeluruh Transportasi Publik

Langkah cepat Presiden ini dipandang sebagai bentuk komitmen nyata dalam memodernisasi sistem transportasi nasional.

Selain memberikan bantuan langsung bagi pembangunan infrastruktur di Bekasi, evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada titik-titik rawan kecelakaan lainnya di sepanjang jalur rel Pulau Jawa.

Presiden berharap anggaran besar ini dapat menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang dan memastikan kereta api tetap menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, dan bisa diandalkan oleh masyarakat luas.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Kecelakaan Kereta Bekasi #Infrastruktur Kereta Api #Flyover Bekasi #Anggaran Transportasi #Presiden Prabowo