Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alhamdulillah Segera Cair, SPM Bansos Tahap 2 2026 Muncul di Dua Bank Himbara Ini

Geumerie Ayu • Selasa, 28 April 2026 | 22:02 WIB
Ilustrasi pencairan Bansos PKH dan BPNT. (Instagram @kelurahan_pulogebang)
Ilustrasi pencairan Bansos PKH dan BPNT. (Instagram @kelurahan_pulogebang)

LombokPost – Memasuki akhir April 2026, angin segar berembus bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (Bansos) di seluruh Indonesia.  

Proses administrasi pencairan Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 untuk periode April-Juni 2026 dikabarkan menunjukkan kemajuan signifikan.

Berdasarkan pantauan terbaru pada sistem internal kementerian, status penyaluran Bansos di sejumlah bank penyalur (Himbara) telah mengalami pembaruan teknis yang menandakan dana bantuan akan segera mendarat di rekening penerima.

Baca Juga: Tragedi Bekasi, Mori Hanafi Suarakan Evaluasi Total Keselamatan Transportasi

Update terbaru dari aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) per Selasa, 28 April 2026, menunjukkan Bank BRI dan Bank BSI telah mencapai status SPM (Surat Perintah Membayar).

Status SPM merupakan tahapan krusial dalam mekanisme birokrasi bansos. Setelah tahap ini, proses akan berlanjut ke SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) sebelum akhirnya dilakukan top-up atau pemindahbukuan dana ke rekening KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) masing-masing KPM.

"Bank BRI dan BSI terpantau sudah menunjukkan status SPM untuk periode April-Juni 2026. Sementara itu, untuk Bank Mandiri terpantau masih dalam proses administratif dan belum mencapai tahap SPM," ujar narasumber dikutip dari kanal Youtube Info Bansos.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Siap Gelar GT World Challenge Asia 2026, MGPA Sentil Pemda Soal Investasi!

Di tengah antusiasme warga, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi simpang siur. Saat ini, beredar foto struk mesin EDC yang diklaim sebagai bukti cairnya bansos tahap 2.

Namun, hasil penelusuran mendalam menunjukkan bahwa struk yang viral tersebut bukanlah bukti penarikan bansos, melainkan transaksi "setor simpanan" atau aktivitas menabung secara mandiri.

Pemerintah menegaskan bahwa pencairan bansos dilakukan secara bertahap melalui sistem batching. Artinya, dana tidak akan masuk secara serentak di semua wilayah, melainkan mengalir secara bergelombang.

Baca Juga: UMMAT Luncurkan Program Inkubasi Bisnis 2026 Bersama Baznas NTB

Selain PKH dan BPNT, bulan April ini juga menjadi momentum pendistribusian berbagai program perlindungan sosial lainnya.

Di antaranya, Bantuan Pangan BAPANAS berupa distribusi bantuan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter terus dikejar. Wilayah seperti Aceh, Bekasi, hingga Manado telah melaporkan kelancaran distribusi sejak akhir April.

Program Indonesia Pintar (PIP) yang memasuki termin pertama pencairan (Februari-April 2026). Prioritas diberikan kepada siswa tingkat akhir (kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA/SMK) untuk mendukung biaya kelulusan dan pendaftaran ke jenjang lebih tinggi.

Bansos PKD DKI Jakarta bagi warga Jakarta mulai menerima penyaluran Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dengan akumulasi dana mencapai Rp900.000.

Baca Juga: Sinergi BRIDA NTB, PLN, dan BRIN: Pilot Project PLTAL Selat Alas Ditargetkan Mulai 2028

KPM disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id atau melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing.

Pastikan KKS dipegang sendiri dan jangan memberikan kode PIN kepada pihak mana pun untuk menghindari potensi penyalahgunaan dana bantuan.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#bansos tahap 2 2026 #spm #bank Himbara #PKH dan BPNT #pencairan bansos