LombokPost – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah serius mewujudkan visi sekolah sebagai "rumah kedua" bagi murid.
Melalui kampanye budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), pemerintah berupaya menciptakan atmosfer pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa penguatan karakter siswa kini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan dengan kebijakan strategis nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Hasil Survei Poltracking Indonesia, Survei : MBG Motor Utama Kepuasan Publik
Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi fisik, tetapi juga menjadi sarana penanaman kedisiplinan dan nilai-nilai kebersamaan di atas meja makan.
Sekolah harus menjadi sarana membangun integrasi dan kohesi sosial.
”Kita ingin membangun atmosfer di mana sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan," ujar Abdul Mu’ti dalam peringatan Hardiknas 2026.
Baca Juga: Zulhas Tegaskan Dapur MBG Harus Serap Produk Lokal Desa
Selain MBG, penguatan karakter diperkokoh melalui penerapan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" (7KAIH) serta optimalisasi kegiatan rutin seperti Pagi Ceria, Upacara Bendera, dan gerakan Pramuka sebagai kawah candradimuka kepemimpinan siswa.
Kemendikdasmen juga menempuh jalur seni dengan meluncurkan album lagu anak yang liriknya mengandung pesan toleransi dan gotong royong.
Melalui lagu, nilai-nilai utama diharapkan dapat terinternalisasi secara alami ke dalam jiwa siswa.
Dengan sinergi antara nutrisi fisik, lingkungan ASRI, dan kurikulum karakter, pemerintah optimistis dapat membentuk kepribadian unggul generasi emas Indonesia.
Mendikdasmen menekankan pentingnya sekolah sebagai "rumah kedua" bagi murid melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Program penguatan karakter kini diintegrasikan dengan kebijakan strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penerapan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat".
Upaya ini didukung dengan peluncuran album lagu anak untuk menanamkan nilai toleransi dan gotong royong, serta penguatan kegiatan Pramuka sebagai kawah candradimuka kepemimpinan siswa.
Editor : Redaksi Lombok Post Online