Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Keracunan MBG, 200 Siswa di Surabaya Mual dan Muntah

Redaksi • Selasa, 12 Mei 2026 | 10:43 WIB
USUT SUMBER KERACUNAN: Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya mengecek saluran pembuangan air di SPPG Kelurahan Tembok Dukuh Senin (11/5). (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)
USUT SUMBER KERACUNAN: Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya mengecek saluran pembuangan air di SPPG Kelurahan Tembok Dukuh Senin (11/5). (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

LombokPost - Sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di Kelurahan Tembok Dukuh, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) Senin (11/5).

Mereka mual dan muntah hingga pusing setelah menyantap menu daging krengsengan yang disajikan.

Cecilia, salah satu siswa korban mengaku mual dan muntah setelah mencicipi daging MBG. Menurut dia, bumbu daging tersebut rasanya aneh.

Baca Juga: Balita Cianjur Meninggal Diduga Keracunan MBG, Dikes Telusuri Penyebab

”Baru pertama kali ini menunya daging. Biasanya menunya ya keringan, lalu ada sayuran juga,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos.

Selain daging sapi, makanan daging ayam yang disajikan rasanya juga kurang pas. ”Saya kurang tahu apakah sudah matang atau tidak,” jelas Cecilia.

Wati, Ibu Cicilia, mengaku anaknya sempat mendapatkan penanganan medis dan diinfus untuk menetralkan kondisi tubuh akibat zat yang diduga racun. ”Wis jangan lah, saya bontotkan saja, nggak usah makan MBG kalau begini,” tegasnya.

Baca Juga: 134 Santri dan Warga Keracunan Nasi Goreng, Dikes Demak Tunggu Hasil Laboratorium

Penanganan Puskesmas

Puskesmas Tembok Dukuh segera menangani siswa yang diduga keracunan MBG. Dari data awal, sebanyak 12 sekolah, mulai SD hingga SMP melaporkan bahwa siswanya mengalami gejala mual dan muntah seusai mengonsumsi makanan.

Hingga sore, jumlah korban diperkirakan mencapai hampir 200 anak. Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya drg Tiyas Pranadani menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari sekolah sekitar pukul 09.00. Seluruh satuan pendidikan tersebut  diketahui mendapatkan pasokan MBG dari salah satu SPPG.

Baca Juga: VIDEO VIRAL! Bupati Lombok Tengah Buka Suara, BGN Tutup Sementara Dapur MBG yang Menyebabkan Puluhan Siswa Keracunan

”Data sementara yang kami himpun ada sekitar 12 sekolah. Gejalanya rata-rata mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut,” ujar Tiyas saat ditemui di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya.

Pihak puskesmas segera membawa 100 siswa ke RSIA IBI guna mendapatkan perawatan intensif. Selebihnya, ditangani oleh tim medis yang turun ke sekolah-sekolah.

Tiyas memastikan seluruh siswa yang diduga keracunan hanya mengalami gejala ringan. ”Alhamdulillah, semuanya sejauh ini rawat jalan dan tidak ada yang sampai rawat inap. Banyak yang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pengobatan di tempat maupun di Puskesmas,” tambahnya.

Tim kesehatan telah mengamankan sampel seluruh makanan untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) guna memastikan penyebab keracunan. Salah satu yang diperiksa adalah makanan daging krengsengan yang disajikan. ”Kami masih cek ulang, tapi laporan dari guru-guru biasanya memang tidak dikasih daging, baru hari ini ada daging. Ini masih kemungkinan ya,” paparnya.

Pihak SPPG diketahui telah berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa. Investigasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan di dapur MBG tersebut kini tengah berjalan.

Permintaan Maaf

Operasional SPPG Putra Garam, Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan, dihentikan sementara waktu buntut dugaan keracunan. ”Kita berhenti operasional. Kita evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik,” ungkap Kepala SPPG Tembok Dukuh Chafi Alida Najla.

Pemberhentian tersebut sesuai dengan rekomendasi dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya. Masa pemberhentian operasional sementara waktu itu diberlakukan hingga pemeriksaan sampel MGB dari Dinas Kesehatan (Dikes) Surabaya rampung.

Chafi menambahkan, pengolahan MBG sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Izin operasional juga sudah dikantongi oleh SPPG yang berlokasi di Jalan Demak Madya tersebut. Dari temuan awal, insiden keracunan diduga dipicu dari menu daging krengsengan yang disajikan oleh pihak SPPG.

Menurut Chafi, daging tersebut didapatkan dari pihak supplier dalam keadaan bagus dan masih layak konsumsi. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan pada kandungan gizi dari daging slice selama proses penyimpanan. ”Saat kita terima dagingnya sudah bagus. Karena memang daging itu kan bahan yang sangat riskan,” bebernya.

SPPG Tembok Dukuh menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Mereka juga mengaku siap bertanggung jawab dengan mendanai pengobatan ratusan pelajar yang keracunan. ”Kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan,” tutur Chafi.

121 Pasien Dipulangkan

Kepala Dikes Surabaya dr Billy Daniel Messakh menjelaskan, dari 124 pasien yang bergejala, 121 telah dipulangkan dari rumah sakit dan puskesmas. Tinggal tiga orang yang dirawat di RSIA IBI Surabaya. ”Tiga pasien belum boleh pulang karena masih bergejala jadi perlu rawat inap,” paparnya.

Billy menyebut, petugas gabungan telah mengambil sampel dari makanan serta diteliti di lab Kemenkes. Saat ini sedang menunggu hasilnya. (zam/leh/ata/aph/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#SPPG #perawatan #Mbg #keracunan #surabaya