LombokPost – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi momentum penting bagi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk membakar kembali semangat kepedulian dan gotong royong.
Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi sosial Mandiri Berbagi Sembako.
Melalui inisiatif tersebut, Bank Mandiri menyalurkan ribuan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dan pekerja sektor informal di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional.
Baca Juga: Penerima Kartu Prakerja Diharap Jadi Pahlawan Kebangkitan Ekonomi Nasional
Mengusung spirit kebangkitan dan penguatan ekonomi akar rumput, Bank Mandiri menyalurkan 2.800 paket sembako bagi warga prasejahtera dan pekerja sektor informal di Kota Mataram, NTB.
Aksi sosial bertajuk Mandiri Berbagi Sembako ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di 10 titik wilayah Indonesia sepanjang periode 12 hingga 20 Mei 2026.
Secara total, perseroan menggelontorkan hingga 28.000 paket bantuan sosial (bansos) sebagai stimulus jaring pengaman sosial masyarakat rentan.
Baca Juga: Menparekraf: MotoGP Mandalika Awal Kebangkitan Ekonomi Nasional dan Daerah
Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, menegaskan bahwa esensi sejati dari Hari Kebangkitan Nasional adalah bergerak bersama untuk saling menopang.
Melalui aksi nyata ini, Bank Mandiri ingin memastikan kelompok masyarakat yang menjadi motor penggerak ekonomi informal di Mataram dapat ikut bangkit dan berdaya.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini harus dimaknai dengan aksi konkret.
Baca Juga: Apel Hari Kebangkitan Nasional 2024, Kakanwil Kemenkumham NTB Kobarkan Semangat Jajaran
"Ini adalah pengingat bagi kami untuk terus memperkuat komitmen Melayani Sepenuh Hati. Lewat sinergi dan semangat gotong royong, bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban dapur sekaligus menjaga denyut nadi ekonomi para pekerja informal di NTB," ujar Alex dalam keterangan resminya, Rabu (20/5).
Kelompok pekerja informal yang menjadi sasaran penerima manfaat dinilai memiliki peran krusial dalam aktivitas ekonomi harian kota, namun sering kali menjadi kelompok yang paling rentan terhadap gejolak inflasi. Untuk itu, paket bantuan sengaja dirancang berisi kebutuhan pokok esensial mulai dari beras, minyak goreng, gula, teh celup, hingga biskuit.
Demi menjaga ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran, proses distribusi di lapangan dikawal ketat dengan melibatkan perangkat wilayah serta koordinator komunitas lokal. Sistem penyaluran juga dibagi ke dalam beberapa sesi demi menghindari penumpukan antrean warga.
Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus konsisten menggulirkan program sosial yang adaptif dan inklusif. "Bangkitnya suatu bangsa dimulai dari kesejahteraan masyarakatnya. Bank Mandiri akan terus hadir sebagai agen pembangunan yang memberikan nilai tambah berkelanjutan melalui kontribusi nyata Mandiri untuk Negeri," pungkas Alex.
Editor : Redaksi Lombok Post Online