LombokPost-Lembaga kemanusiaan Islamic Relief Indonesia menyalurkan sebanyak 274 ekor sapi kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ratusan hewan kurban tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah, dengan porsi terbesar di NTB.
Rinciannya, sebanyak 232 ekor sapi disalurkan di Lombok, 28 ekor di Aceh, dan 14 ekor di Palu. Selain itu, turut didistribusikan beberapa ekor kambing kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program ini merupakan bagian dari skema “Double Qurban – Double Berkah”, yang menggabungkan partisipasi pekurban dalam negeri dan luar negeri. Dari total 274 sapi, sebanyak 138 ekor berasal dari sohibul kurban luar negeri, sementara 136 ekor lainnya dari dalam negeri, baik individu maupun lembaga, seperti BMK Lhokseumawe dan BAZNAS Sulawesi Tengah.
CEO Islamic Relief Indonesia Nanang Subana Dirja menjelaskan, konsep program tersebut mengedepankan prinsip kolaborasi. Setiap satu sapi kurban dari pekurban Indonesia akan dipasangkan dengan satu sapi dari donatur luar negeri.
“Setiap mudhohi Indonesia yang berkurban sapi minimal 230 kilogram akan didampingi satu sapi dari luar negeri dengan berat 230 hingga 250 kilogram,” jelas Nanang.
Dia menambahkan, distribusi daging dari sapi lokal mengikuti kebiasaan setempat. "Sementara sapi dari luar negeri diprioritaskan untuk fakir miskin, dengan skema satu sapi untuk 35 keluarga," jelasnya.
Baca Juga: Baznas-Islamic Relief Kolaborasi Bangun RTLH bagi 12 Warga Lombok Barat
Di lapangan, proses distribusi dilakukan menggunakan sistem kupon. Setiap penerima memperoleh paket daging segar sekitar 3,1 hingga 3,5 kilogram, lengkap dengan jeroan.
“Harapannya ini bisa mencukupi kebutuhan protein hewani keluarga selama beberapa hari, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan,” ujar Nanang.
Ketua LAZNAS Islamic Relief Inayatullah Abd Hasyim mengatakan, ibadah kurban tidak sekadar ritual, tetapi memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
“Qurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi bagaimana kita melepaskan keterikatan terhadap hal-hal duniawi,” ujarnya, mengutip pemikiran ulama sufi Imam Al-Qusyairi.
Sementara, Area Program Koordinator Islamic Relief NTB Ilham Muhtar menyebutkan, dari total distribusi nasional, NTB menjadi wilayah penerima terbanyak dengan 232 ekor sapi. Jumlah tersebut terdiri dari 116 sapi dari pekurban lokal dan 116 sapi dari luar negeri.
Menurutnya, program ini telah menjangkau sekitar 4.060 keluarga fakir miskin di Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.
“Setiap keluarga menerima sekitar 3,5 kilogram daging beserta tetelannya. Data penerima dihimpun dari usulan para mudhohi dan diverifikasi di lapangan,” jelas Ilham.
Pantauan hari pertama pemotongan menunjukkan distribusi berjalan lancar, dengan para penerima manfaat mendapatkan haknya sesuai porsi yang ditetapkan.
Editor : Jelo Sangaji