Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Presiden Prabowo Pimpin Upacara 1 Juni, Istana Lupa Undang Jokowi?

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 1 Juni 2026 | 16:58 WIB

 

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

 

LombokPost — Ketidakhadiran mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026), seketika memicu sorotan tajam publik nasional. Spekulasi liar yang telanjur menggelinding di tengah masyarakat akhirnya ditepis oleh pihak otoritas kepresidenan terdahulu dengan alasan administrasi protokoler.

​Pihak Jokowi secara defensif memberikan klarifikasi resmi ketidakhadiran sang mantan kepala negara di forum kenegaraan tersebut murni dikarenakan tidak adanya lembar undangan yang masuk. Hingga fajar pelaksanaan upacara menyingsing, pihak sekretariat pribadi maupun tim ajudan mengaku tidak menerima pemberitahuan formal dari kepanitiaan pusat.

​“Hingga pagi hari ini kami belum menerima undangan untuk Bapak Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, baik berupa surat resmi maupun komunikasi lainnya. Oleh karena itu, Bapak tidak menghadiri kegiatan tersebut,” ungkap Ajudan Jokowi, Syarif Fitriansyah, dalam keterangan tertulis resmi, Senin (1/6/2026).

​Absennya tokoh asal Solo tersebut terasa kontras mengingat ritual upacara kenegaraan ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan berkumpulnya barisan elite politik serta para mantan pemimpin bangsa di bawah tenda kehormatan Gedung Pancasila.

​Di deretan kursi VVIP, tampak hadir Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini memperlihatkan signifikansi agenda tersebut bagi stabilitas politik dan penguatan ideologi bangsa di tingkat pusat.

​"Upacara juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin," tulis laporan resmi jalannya upacara dari arena Jakarta.

​Selain para mantan wakil presiden, jajaran petinggi lembaga tinggi negara juga tampak merapatkan barisan, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Kehadiran kolektif mereka merepresentasikan soliditas kelembagaan dalam mengawal arah kebijakan ideologis negara ke depan.

​Kekuatan penuh birokrasi dan pertahanan keamanan pun turut diperlihatkan di lapangan melalui kehadiran Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tak ketinggalan, jajaran menteri inti Kabinet Merah Putih, seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, juga terlihat khidmat mengikuti jalannya prosesi hingga akhir.

 

Baca Juga: Heboh! Halaman Rumah Jokowi di Solo Mendadak Dikepung Lagu 'Mas Bahlil Ganteng'

​Kendati demikian, miskomunikasi atau tersumbatnya jalur distribusi undangan terhadap Presiden ke-7 RI ini tetap meninggalkan tanda tanya besar di ruang publik siber. Ketepatan koordinasi antarlembaga negara ke depan dinilai krusial agar agenda sakral nasional tidak ternodai oleh isu keretakan hubungan antar-elite politik.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#jokowi absen upacara pancasila #alasan jokowi tidak hadir harlah pancasila #undangan jokowi upacara #hari lahir pancasila