LombokPost-Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Kritik itu terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Teddy membuka tanggapan dengan mengapresiasi masukan Dino. Namun, ia juga menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujarnya dalam keterangan video resmi, Senin (1/6).
Baca Juga: Kekayaan Teddy Indra Wijaya Naik Rp4,7 Miliar dalam Setahun, LHKPN Terbaru Tembus Rp20 Miliar
Teddy juga menjawab kritik soal biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo. Ia mengatakan, isu biaya perjalanan sudah beberapa kali dijelaskan.
Menurut Teddy, semua kelebihan biaya di luar anggaran negara ditanggung pribadi oleh Presiden Prabowo.
Teddy juga membantah anggapan rombongan Presiden Prabowo terlalu besar. Ia mengatakan, jumlah delegasi kini sudah berkurang lebih dari separuh dibanding periode sebelumnya.
“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” timpalnya.
Selain biaya dan jumlah rombongan, Teddy menjawab kritik soal agenda luar negeri Presiden. Kritik itu menilai jadwal lawatan perlu direncanakan jauh hari.
Baca Juga: Heboh Isu Ribut dengan Jenderal, Kopassus Turun Tangan! Ini Klarifikasi soal Teddy Indra Wijaya
Teddy mengatakan, dinamika global tidak memungkinkan semua jadwal dipatok satu tahun sebelumnya. Kepala negara, kata dia, perlu memiliki fleksibilitas menentukan agenda sesuai kebutuhan nasional dan perkembangan luar negeri.
“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucapnya.
Editor : Akbar Sirinawa