Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Digergaji Warga, Bom Peninggalan PD II Meledak

Redaksi • Selasa, 2 Juni 2026 | 09:30 WIB
Ledakan diduga bom sisa Perang Dunia II ledakkan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Distrik Biak Kota, Papua, Ahad (31/5). (IST/JAWAPOS.COM)
Ledakan diduga bom sisa Perang Dunia II ledakkan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Distrik Biak Kota, Papua, Ahad (31/5). (IST/JAWAPOS.COM)

LombokPost - Ledakan dahsyat mengguncang Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Ahad (31/5) sekitar pukul 15.00 WIT.

Suara dentuman keras itu berasal dari sebuah bom aktif peninggalan Perang Dunia (PD) II yang diduga digergaji salah seorang warga.

Akibat kejadian itu, delapan orang menjadi korban ledakan, lima di antaranya tewas.   

Baca Juga: Drama 6 Gol! PSIM Yogyakarta Bungkam PSBS Biak di Kandang, Zé Valente dan Mingo Jadi Mimpi Buruk Laskar Papua!

Korban yang meninggal adalah Deflin Raubaba,41; Moris Raubaba, 24; Karmila Ayorbaba, 25; Israel Raubaba, 7; dan Isril Raubab, 5.

Kelima jenazah telah dievakuasi ke RSUD Biak dan dimakamkan di TPU Surido, Biak Kota. Sementara, tiga korban lain yang masih dicari yaitu Yulianus Rubaba, 26;  Lai Madura, 45; dan Anis Marandof, 27.

 Idris, warga setempat mengatakan, bunyi ledakan itu sangat keras hingga dirasakan warga di Kampung Baru, Distrik Samofa.

 Baca Juga: Gebrakan Senayan! Komisi II DPR Bentuk Pansus Perbatasan Papua, Siap 'Sikat' Ego Sektoral Demi Kesejahteraan Warga RI-PNG

Getaran yang ditimbulkan juga merusak rumah warga yang mayoritas berbahan kayu.

”Getarannya kuat sekali, mirip gempa bumi. Pas dicek di media sosial, ternyata ada ledakan dari arah pantai (Kampung Yenures, red),” ujarnya.

Pascaledakan, Polres Biak Numfor langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. Upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya serpihan bom dan potensi ledakan susulan.

 Baca Juga: Pemerintah Lelang 8 Wilayah Kerja Migas Baru, Dua Blok di Papua Simpan Potensi Raksasa

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan, area ledakan belum sepenuhnya aman. Personel Brimob Polda Papua diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran ulang.

”Kami menyarankan dan meminta kepada seluruh masyarakat agar menjauhi lokasi karena area tersebut dipastikan belum aman,” paparnya.

Menurut Ari, lima korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal. Sedangkan, tiga orang lainnya, saat ini masih dalam proses pencarian.

Pemkab Biak Numfor menerjunkan tenaga medis dan kebutuhan lainnya untuk membantu warga setempat.

Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra juga menyampaikan belasungkawa terhadap korban yang meninggal. ”Atas nama keluarga, pribadi, dan Pemkab Biak Numfor, saya menyampaikan belasungkawa, semoga keluarga-keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.

Arena Pertempuran

Pulau Biak dikenal sebagai salah satu lokasi pertempuran antara pasukan Sekutu dan Jepang pada PD II.

Di area itu, sekutu menggempur habis-habisan tentara Jepang yang bersembunyi di Gua Binsari dengan menjatuhkan bom dan drum-drum berisi bahan bakar. Sebanyak 3.000 prajurit Jepang tewas dalam penyerangan itu.

Penyerangan Pulau Biak merupakan strategi leapfrogging (loncat kodok) yang digagas oleh Panglima Sekutu Area Pasifik Barat Daya Jenderal Douglas MacArthur.

Dia menyerang titik kekuatan Jepang yang dianggap lemah. Pergerakan pasukan MacArthur dimulai setelah mendarat di Aitape, Papua Nugini. Mereka kemudian merebut Hollandia (Jayapura), lalu lompat ke Pulau Biak.

Berselang puluhan tahun seusai tragedi perang tersebut, banyak amunisi dan bom yang ditemukan warga. Masyarakat kerap mengolah peledak tersebut untuk dirakit menjadi  bom ikan. (il/fik/ade/aph/JPG/r3) 

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#ledakan #sekutu #korban #perang dunia #Papua