Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Redaksi • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:23 WIB
TERDAMPAK GEMPA: Warga Desa Peta Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara melewati area perumahan yang rusak akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 di lepas pantai selatan Filipina, Senin (8/6). (STENLY PONTOLAWOKANG / AFP)
TERDAMPAK GEMPA: Warga Desa Peta Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara melewati area perumahan yang rusak akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 di lepas pantai selatan Filipina, Senin (8/6). (STENLY PONTOLAWOKANG / AFP)

LombokPost - Berdasarkan pendataan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB (13.30 Wita) Senin (8/6), wilayah paling terdampak berada di Sulawesi Utara (Sulut). Sebanyak 20 kepala keluarga terdampak di Kepulauan Sangihe dan tujuh keluarga lainnya di Kepulauan Talaud.

Total terdapat 27 unit rumah warga di kedua wilayah tersebut yang mengalami kerusakan pascaguncangan. Bangunan yang rusak beragam.

Dari Jakarta, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan bahwa kerusakan infrastruktur tidak hanya pada kawasan permukiman. Di Kabupaten Minahasa Utara dan sekitarnya, kerusakan fisik menimpa satu unit bangunan sekolah, satu rumah dinas guru, dua unit gereja, serta satu unit gedung GMIM 76.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Tsunami Terdeteksi di Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

"Seluruh data kerusakan ini diprediksi masih akan bertambah seiring pergerakan tim asesmen di daerah-daerah terisolasi," ujarnya.

Gempa tersebut sempat memicu keluarnya tsunami warning. Yang terjadi kemudian tsunami kecil di sejumlah daerah. Misalnya, di Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan ketinggian gelombang 0,09 meter. Juga di Ulusiau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulut, setinggi 0,18 meter.

Dampak guncangan paling destruktif dirasakan langsung oleh warga di Kepulauan Sangihe, yang meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat. Tahuna merupakan ibu kota kabupaten tersebut.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Sangihe, BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Resmi Berakhir!

Selama tiga hingga empat detik, guncangan kuat memaksa warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. "Sementara itu, getaran dengan intensitas sedang juga dirasakan meluas hingga Kecamatan Rainis di Talaud, Likupang Barat di Minahasa Utara, serta Kota Manado," urainya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Wandu Labesi saat dikonfirmasi Manado Post mengaku, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kerusakan maupun nilai kerugian material akibat bencana tersebut. Menurutnya, jumlah bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan tergolong cukup banyak sehingga perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut sebelum ditetapkan sebagai data resmi.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga langsung menelusuri kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di kawasan Mindanao Selatan sebagai pusat titik gempa. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Davao, Manila, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Kemenlu mencoba menghubungi para WNI melalui simpul-simpul komunitas yang ada.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M 7,7 di Kepulauan Sangihe

“Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI/PMI (pekerja migran) terdampak dalam gempa tersebut,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah di Jakarta, Senin (8/6).

Kendati demikian, para WNI di dua kawasan yang terdekat dengan pusat gempa bumi tektonik di 13 km barat daya General Santos City, Sarangani, Mindanao Selatan, Filipina, tersebut diimbau untuk terus waspada dan memantau perkembangan situasi lebih lanjut. (at/idr/mia/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#filipina #sulawesi #kerusakan #Tsunami #Gempa