LombokPost – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk terus mempertegas arsitektur ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Upaya memperkuat kepercayaan pasar dan pelaku ekonomi kini ditempuh melalui bauran kebijakan strategis, mulai dari penguatan iklim investasi, percepatan deregulasi, hingga akselerasi proyek hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam keterangan persnya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6).
Baca Juga: RESMI! Pemerintah Putuskan Harga BBM Tidak Naik, Mensesneg: Stok Aman, Masyarakat Jangan Panik!
Mensesneg membeberkan salah satu indikator nyata kuatnya sentimen positif dunia terhadap Indonesia saat ini adalah suksesnya penerbitan obligasi global (global bond) oleh Badan Pengelola Investasi Danantara.
Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia diakui tangguh oleh pasar keuangan internasional.
“Itu target dari Danantara yang berkenaan dengan masalah global bond. Bahwa ternyata, itu kemudian membuktikan kepercayaan investor baik di Amerika, Eropa, maupun dari Asia terhadap global bond yang diterbitkan oleh Danantara. Sebetulnya itu sesuatu yang patut kita syukuri, dan terima kasih Pak Rosan (Kepala Danantara/Menteri Terkait) atas kerja kerasnya,” ujar Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Sikat 435 Aturan Ruwet, Mensesneg Prasetyo Hadi Targetkan Swasembada Pangan Kelar dalam Setahun!
Fokus Jaga Stabilitas Kurs Rupiah dan Persepsi Publik
Guna membentengi perekonomian domestik dari rembesan sentimen negatif luar negeri, Mensesneg menjelaskan bahwa jajaran kabinet dalam beberapa pekan terakhir terus mengintensifkan koordinasi lintas sektoral demi menjaga stabilitas makroekonomi.
“Dalam satu-dua minggu ini kita semua terus berupaya untuk memperkuat koordinasi, memperkuat kerja sama, dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat memperkuat mata uang kita (Rupiah), memperkuat persepsi publik, serta memperkuat persepsi pasar,” jelasnya.
Baca Juga: Jawab Isu Pergantian Kapolri, Mensesneg: Tidak Ada Surpres Tersebut!
Percepat Deregulasi Perizinan dan Kurangi Impor Lewat Hilirisasi
Selain fokus pada instrumen moneter dan pasar modal, pemerintah terus mendorong reformasi struktural di sektor riil melalui dua langkah taktis.
Pangkas Birokrasi (Deregulasi): Menindaklanjuti arahan tegas Presiden, pemerintah berkomitmen mempermudah seluruh alur perizinan birokrasi.
Agar ekosistem ekonomi daerah dan nasional berkembang jauh lebih kompetitif bagi para penanam modal.
Industrialisasi Berbasis Hilirisasi: Akselerasi hilirisasi komoditas terus digenjot demi memutus rantai ketergantungan Indonesia terhadap barang-barang impor.
Langkah ini ditargetkan mampu menciptakan lompatan nilai tambah (value added) yang signifikan bagi pendapatan negara.
Menutup keterangannya, Mensesneg menegaskan bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan pilar mutlak dalam menjaga keberlangsungan iklim usaha.
Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama pelaku pasar untuk bersinergi menjaga kondusifitas demi memulihkan ekonomi nasional.
Editor : Redaksi Lombok Post Online