LombokPost - Setelah sempat macet berhari-hari, intensitas antrean kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang mulai berangsur normal sejak Jumat (26/6). Deretan kendaraan yang sebelumnya sempat mengular hingga lebih dari dua kilometer ke arah utara pelabuhan kini tak lagi terlihat.
Meski demikian, antrean panjang di pelabuhan penghubung utama Jawa–Bali tersebut berpotensi kembali terjadi, terutama saat arus balik pada akhir masa libur sekolah.
"Sudah mulai normal hari ini. Memang ada peningkatan dari sisi Bali, tapi terakhir sudah tinggal 600 meter dari Pelabuhan Gilimanuk," kata General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah Jumat (26/6).
Dia mengatakan, selama kepadatan terjadi di Ketapang, ASDP bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menerapkan pola penyeberangan yang dapat mempercepat penguraian antrean dari sisi Ketapang. Yakni, dua kapal melayani penyeberangan dengan sistem tiba bongkar berangkat (TBB) dari Ketapang.
Selain itu, beberapa kapal yang beroperasi di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) juga menerapkan sistem TBB secara bergantian sehingga antrean kendaraan logistik di sisi Ketapang dapat segera terurai.
Baca Juga: ASDP Siapkan 21 Armada, Fokus Antisipasi Lonjakan Penumpang dari Bali
Untuk saat ini, ASDP fokus mengantisipasi gelombang awal arus balik. Terutama dari kendaraan logistik dan kendaraan wisatawan yang telah menyeberang beberapa hari terakhir. "Sejak tadi (Kamis, Red) malam mulai terjadi arus balik. Karena sudah normal, TBB dari arah Ketapang tidak diterapkan lagi," jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Ketapang Rahut Sianturi menambahkan bahwa antrean di sisi Ketapang telah kembali normal.
"Di dalam area pelabuhan hanya 70 persen bagian yang terisi oleh kendaraan," katanya.
Baca Juga: ASDP Kayangan–Pototano Siapkan 28 Kapal Hadapi Nataru
Selain itu, penerapan TBB ikut mempercepat upaya penguraian antrean. Dari sebelumnya 29 kapal yang dioperasikan, Jumat (26/6) hanya 27 kapal yang melayani penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
"Untuk TBB sudah tidak diberlakukan. Jadi kita upayakan bongkar muat bisa secepat mungkin untuk antrean," tegasnya.
Di sisi lain, kepadatan mulai terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Truk-truk harus menunggu lebih dari 12 jam untuk bisa menyeberang setelah terjebak antrean kendaraan sejak Terminal Cekik, Jembrana. Situasi tersebut sudah terjadi sejak Rabu (25/6).
"Kita harap antrean tidak terus terjadi. Karena saat ini solar mulai sulit. Kalau semakin lama menunggu, solar yang kita pakai cepat habis," kata seorang sopir logistik, Agus. (fre/aif/ris/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online