LombokPost-Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghapus latihan dasar militer atau latsarmil dalam pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Materi teknis dan taktis militer tidak lagi masuk dalam pembekalan peserta. Kegiatan kini diarahkan menjadi pembekalan bela negara dan manajerial.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Kemhan menjadi bagian dari panitia seleksi nasional (panselnas). Karena itu, pelaksanaan pembekalan peserta terus dievaluasi dan disesuaikan.
Baca Juga: Kemhan dan TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM Terukur, Alutsista Tetap Prioritas Utama
”Sebagai bagian dari evaluasi tersebut format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial,” kata Rico, Kamis (2/7).
Rico menjelaskan, pendidikan bagi calon manajer Kopdes Kelurahan Merah Putih dan KNMP tidak bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit. Pendidikan ini juga bukan untuk menjadikan peserta sebagai Komponen Cadangan (Komcad).
Menurut dia, pembekalan diarahkan untuk membangun disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan manajerial.
”Dalam penyesuaian ini materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan serta kegiatan taktis dan teknik lainnya,” tegas Rico.
Kemhan juga memastikan tidak ada lagi latihan fisik dalam konteks latihan militer. Aktivitas peserta hanya berupa olahraga ringan untuk menjaga kebugaran.
Olahraga itu berupa senam pagi atau jalan kaki ringan. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi masing-masing peserta.
Selain mengubah format pembekalan, Kemhan memperkuat aspek kesehatan peserta. Penguatan itu dilakukan melalui pemantauan harian, profiling kesehatan lanjutan, dan pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor risiko.
Mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis juga diperkuat. Peserta dengan kondisi tertentu mendapat perhatian khusus.
Editor : Akbar Sirinawa