Digitalisasi Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan PBB, Presiden Prabowo Targetkan 2029 Sekolah Tuntas Renovasi

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB
Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Pengakuan Tertinggi PBB. (BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, Indonesia Raih Pengakuan Tertinggi PBB. (BPMI Setpres)

LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran.

Langkah ini dilakukan guna membangun sumber daya manusia yang unggul, mengingat tantangan geografis Indonesia yang sangat luas dengan lebih dari 288 ribu sekolah yang tersebar, termasuk di wilayah terpencil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam taklimatnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Heran Program MBG Dianggap Pemborosan

Pengakuan Internasional dan Target Renovasi

Upaya digitalisasi pendidikan yang dilakukan Indonesia kini mendapatkan pengakuan dunia melalui penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat International Telecommunication Union (ITU) untuk kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

Meski telah mendapatkan apresiasi internasional, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus tancap gas dalam perbaikan infrastruktur sekolah dengan target.

Baca Juga: Ketua IKAL Lemhannas NTB Hadiri Rakernas, Perkuat Dukungan Program Astacita Prabowo

Tahun 2026: Sebanyak 77 ribu sekolah ditargetkan selesai direnovasi.

Tahun 2027: Target renovasi meningkat menjadi 100 ribu sekolah.

Tahun 2028: Sebanyak 100 ribu sekolah kembali menjadi target renovasi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Tahun 2029: Pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia sudah selesai direnovasi.

Perluasan Fasilitas Layar Pintar

Pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur digital dengan mendistribusikan interactive flat panel atau layar pintar ke seluruh sekolah di tanah air.

Tahun lalu, satu unit layar pintar telah dibagikan ke setiap sekolah.

Tahun ini, pemerintah menambah tiga unit layar pintar lagi per sekolah.

Diperkirakan akan ada tambahan 700 ribu panel pintar yang terkirim pada akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027.

Selain infrastruktur fisik, portal "Rumah Pendidikan" yang diluncurkan oleh Menteri Dikdasmen kini telah diakses oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Portal tersebut menyediakan 4.843 sumber belajar gratis yang membantu ratusan ribu guru, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : BPMI Sekretariat Presiden
Digitalisasi pendidikan Indonesia Penghargaan PBB ITU Pendidikan Renovasi sekolah Presiden Prabowo Fasilitas layar pintar sekolah Transformasi pendidikan nasional