Delapan Tokoh Berpeluang Pimpin PBNU, Ketua PWNU Jatim dan Jateng Nyatakan Siap Maju

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:07 WIB
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

LombokPost - Aksi deklarasi dan dukung-mendukung terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang pada 27–31 Agustus 2026.

Hingga Selasa (21/7), sedikitnya delapan nama disebut berpeluang menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. (Selengkapnya lihat grafis)

Mereka adalah petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).

Baca Juga: Delapan Tokoh Berpeluang Pimpin PBNU Periode 2026–2031, Ini Nama-namanya

Nama lain yang juga mengemuka ialah Menteri Agama Nasaruddin Umar, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Penugasan untuk Gus Kikin

Selasa (21/7) sejumlah pengurus PCNU dan PWNU Jawa Timur menyatakan mengusung Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan PCNU se-Jawa Timur di Kantor PWNU Jatim.

Baca Juga: PWNU NTB Rapat Khusus Bahas Arah Dukungan Jelang Muktamar PBNU

Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir menjelaskan, Keputusan itu merupakan hasil pembahasan berjenjang melalui tiga kali rapat Pengurus Harian Syuriah serta rapat gabungan Syuriah dan Tanfidziyah. Setelah itu dibentuk tim kecil untuk mematangkan keputusan.

“Ini murni keputusan PWNU Jatim melalui rapat Pengurus Harian Syuriah dan Tanfidziyah, bukan keinginan pribadi beliau (Gus Kikin, Red). Ketika kami ajak berdiskusi apakah siap atau tidak, alhamdulillah beliau menyatakan siap,” ujarnya.

Menurut Abdul Matin, penugasan itu didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Di antaranya, komitmen mengembalikan NU berpedoman pada Qanun Asasi. Selain itu, Gus Kikin dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang matang, baik di PBNU maupun PWNU, serta telah menempuh kaderisasi resmi organisasi.

Baca Juga: PBNU Survei Kesiapan NTB, Gubernur Tulis Surat Kesanggupan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 

Pengalaman di bidang bisnis dan pengelolaan pesantren juga dinilai menjadi modal penting.

“Beliau dari sisi ekonomi sudah sangat kuat. Jadi bukan ingin hidup di NU, tetapi ingin menghidupkan NU. Harapan kami, kepemimpinan beliau menghadirkan keteduhan, kesejukan, kerukunan, dan persatuan tanpa kegaduhan,” katanya.

PWNU Jatim juga mengusulkan agar calon Ketua Umum PBNU diusulkan oleh PCNU, kemudian dipilih Rais Aam dengan persetujuan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Siap Jalankan Amanah

Gus Kikin menyatakan siap menjalankan amanah PWNU dan PCNU se-Jawa Timur. Dia menegaskan tidak pernah mencalonkan diri. Namun, dirinya tidak bisa menolak ketika organisasi memberikan penugasan.

"Saya tidak mencalonkan diri. Namun, karena ini penugasan dari PWNU dan disepakati PCNU se-Jawa Timur, mau tidak mau saya terima dan saya siap," tegasnya.

Selain Gus Kikin, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam juga telah menyatakan kesiapan maju. Pernyataan itu disampaikan dalam halalbihalal Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di lingkungan Al-Aqobah International School (AIS), Pondok Pesantren Al-Aqobah, Jombang, Senin (13/4).

Gus Rozin Sudah Deklarasi

Di Jawa Tengah, Ketua PWNU KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin juga mendeklarasikan diri siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah dalam forum silaturahmi di Salatiga, Rabu (15/7) malam.

Menurut Gus Rozin, keputusannya ikut berkontestasi bukan untuk mempertajam persaingan antartokoh, melainkan sebagai ikhtiar menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi NU.

"Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada," ujarnya, seperti dikutip dari radarpati.jawapos.com.

Dia mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang. Selama beberapa waktu terakhir, dia berdiskusi dengan sejumlah sahabat dan pengurus NU dari berbagai daerah.  "Maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada muktamar tahun ini," katanya.

Persiapan Panitia Muktamar

Panitia lokal terus mematangkan persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Setelah memastikan kesiapan akomodasi peserta dan tamu, panitia kini memfokuskan penataan lahan parkir, dapur umum, dan area bazar di kawasan timur Tambakberas, tepatnya di depan Kampus III Muallimin Muallimat (MMA) Enam Tahun Bahrul Ulum.

Lahan seluas tiga hektare itu mulai dikerjakan sejak beberapa hari terakhir dengan melibatkan bulldozer dan sejumlah truk dump. Penataan dilakukan agar seluruh fasilitas pendukung siap digunakan peserta dan tamu selama muktamar.

Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh mengatakan, penyiapan infrastruktur fisik menjadi prioritas karena muktamar akan dihadiri ribuan warga NU dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

"Dapur umum, lahan bazar, dan tempat parkir adalah tiga fasilitas vital yang harus siap jauh-jauh hari," ujar kiai yang akrab disapa Gus Rozaq, Ahad (19/7), seperti dikutip dari NU Online.

Delapan Tokoh Berpeluang Pimpin PBNU 2026-2031

1. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf

2.  Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa

3. Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz

4. Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin 

5. Menteri Agama Nasaruddin Umar

6. Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif

7 Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori

8. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Jombang KH Abdussalam Shohib (ian/oni/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
rekam jejak pengurus mUKTAMAR jawa timur NU