LombokPost - Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus menyiapkan lokasi acara di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Mereka kini fokus menyelesaikan area parkir seluas sekitar tiga hektare. Area tersebut ditarget rampung sebelum pelaksanaan muktamar 27 Agustus mendatang.
Ketua Organizing Committee (OC) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau proses pengurukan lahan parkir di Tambakberas, Rabu (22/7).
Baca Juga: Delapan Tokoh Berpeluang Pimpin PBNU, Ketua PWNU Jatim dan Jateng Nyatakan Siap Maju
Meskipun waktunya singkat, tapi seluruh jajaran mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar muktamar sukses, ujar Gus Ipul kepada Radar Jombang Grup Jawa Pos.
Panitia juga memprioritaskan penyelesaian dapur umum dan kawasan bazar yang berada di sisi timur kompleks pesantren. Tepatnya di depan Kampus 3 Muallimin Muallimat (MMA) Bahrul Ulum Tambakberas.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) mengatakan, hingga kini progres persiapan infrastruktur telah mencapai sekitar 70 persen.
PBaca Juga: Delapan Tokoh Berpeluang Pimpin PBNU Periode 2026–2031, Ini Nama-namanya
Dia menjelaskan, dapur umum didirikan di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumsi panitia maupun rombongan penggembira yang datang ke Jombang. Sementara itu, peserta resmi memperoleh layanan katering tiga kali sehari.
Muncul Nama Marsudi Syuhud
Baca Juga: PWNU NTB Rapat Khusus Bahas Arah Dukungan Jelang Muktamar PBNU
Bursa calon Ketua Umum PBNU semakin ramai. Nama-nama baru terus bermunculan. Nama terbaru yang muncul adalah Marsudi Syuhud. Ulama senior NU ini sekarang menjabat Wakil Ketua Umum MUI.
Dukungan untuk Marsudi mencuat dari komunitas NU di Sumatera.
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Mesuji, Lampung, Abdul Karim Mahfudz menilai Marsudi Syuhud memiliki pengalaman dalam dunia ekonomi secara internasional.
"KH Marsudi Syuhud juga merupakan tokoh yang mampu merangkul semua pihak yang berselisih," tuturnya Kamis (23/7).
Menurut dia Marsudi selama ini dikenal luwes, egaliter, dan lekat dengan budaya pesantren. Dengan jargon Khodimul Ulama atau pelayan ulama, dia menilai Marsudi Syuhud mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menjaga NU.
Sementara itu, Marsudi Syuhud tidak terlalu banyak merespons soal peluangnya memimpin NU.
Dia mengatakan, di tengah berbagai tantangan sosial, politik, dan perkembangan global, NU memiliki tanggung jawab moral. Yaitu, menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin.
Karena itu, semangat persatuan, moderasi dan dakwah yang menyejukkan harus tetap menjadi pijakan utama organisasi.
"Dengan kembali berpegang pada nilai-nilai dasar perjuangan para muassis, NU diyakini akan semakin kuat dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," papar Marsudi. (wan/ang/jif/oni/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post