LombokPost – Komitmen pemerintah mempercepat pembangunan nasional mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha. Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman N. Karumpa, menilai alokasi anggaran lebih dari Rp1.000 triliun untuk pembangunan infrastruktur menjadi bukti keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sektor jasa konstruksi.
Apresiasi tersebut disampaikan Andi Rukman saat menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Menurut Andi Rukman, berbagai program prioritas pemerintah mulai dari pembangunan infrastruktur, irigasi, cetak sawah, kampung nelayan, hingga revitalisasi fasilitas pendidikan dan kesehatan telah memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha jasa konstruksi di Indonesia.
Baca Juga: Haerudin Jadi Nakhoda Baru Gapensi Lobar, Tingkatkan Kompetensi dan Rangkul Semua Anggota
"Bapak telah mampu menavigasikan negara yang sungguh sangat baik, khusus di bidang konstruksi. Bapak telah menggelontorkan seribu triliun lebih untuk dana infrastruktur. Merah Putih, dapur, cetak sawah, kampung nelayan, sekolah rakyat, irigasi, dan luar biasa," ujarnya.
Selain besarnya investasi pembangunan, Andi Rukman yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Jasa Konstruksi Indonesia menilai kebijakan pemerintah semakin berpihak kepada pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 yang memberikan peluang lebih besar bagi UMKM jasa konstruksi untuk ikut terlibat dalam proyek pemerintah.
Menurutnya, regulasi tersebut memungkinkan penunjukan langsung kepada UMKM untuk pekerjaan konstruksi dengan nilai hingga Rp400 juta, sehingga membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha lokal berkembang.
"Bapak Presiden telah membuatkan kami Perpres 46 yang belum pernah ada sebelumnya, yakni penunjukan langsung kepada UMKM sampai Rp400 juta," katanya.
Revitalisasi Sekolah dan Puskesmas
Andi Rukman juga menyoroti program revitalisasi fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menciptakan peluang kerja di sektor konstruksi.
Ia menyebut ribuan sekolah dan puskesmas menjadi sasaran revitalisasi pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik.
"Pekerjaan proyek revitalisasi pendidikan dan kesehatan. Ribuan sekolah telah diperbaiki, begitu juga puskesmas," ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan pembangunan infrastruktur akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing daerah, hingga penguatan sektor industri konstruksi.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : setpres