100 Ribu Jamaah Padati Monas, Zikir dan Doa Kebangsaan Jadi Pembuka HUT ke-81 RI

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 13:57 WIB
100 ribu jamaah memadati Monas mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka HUT ke-81 RI, memperkuat persatuan dan syukur bangsa. (BPMI Setpres)
100 ribu jamaah memadati Monas mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka HUT ke-81 RI, memperkuat persatuan dan syukur bangsa. (BPMI Setpres)

LombokPost – Lebih dari 100.000 jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu malam (1/8), dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi nasional untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Mengusung tema kebersamaan lintas agama dan semangat gotong royong, acara berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat dari berbagai daerah, tokoh agama, serta jajaran Kabinet Merah Putih.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 1–14 oleh juara pertama MTQ International Al-Ameed ke-3 Karbala 2026, Muhammad Zian Fahrezi.

Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-81, Srikandi PLN NTB Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk UMKM Perempuan di Kota Bima

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan sekaligus memperkokoh persatuan nasional.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, akhlak yang mulia, dan kerukunan antarumat beragama.

"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri," ujar Nasaruddin.

Baca Juga: Jelang HUT RI Ke-81, PLN NTB Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Perayaan dan Aktivitas Masyarakat

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa syukur sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

Salah satu momen utama dalam acara tersebut adalah Doa Kebangsaan Lintas Agama yang dipimpin enam tokoh agama secara bergantian. Doa diawali oleh tokoh Kristen Protestan Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, dilanjutkan Romo Fransiskus Yance Sengga mewakili umat Katolik.

Selanjutnya doa dipimpin Pinandita Gede Pastika untuk umat Hindu, Bhikku Bhadranatha Thera untuk umat Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili umat Konghucu, dan ditutup doa umat Islam yang dipimpin H. Husni Ismail.

Baca Juga: Jelang HUT RI Ke-81, PLN NTB Gandeng Kodim 1615/Lotim Perkuat Keandalan Listrik

Seluruh doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa tetap diberi kedamaian, persatuan, dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Suasana semakin khidmat ketika ribuan jemaah bersama-sama melantunkan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Khotmil Qur'an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti dan doa khataman Al-Qur'an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman.

Acara juga dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat yang memadati kawasan Monas hingga malam hari.

Pemerintah berharap Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa yang harus diisi dengan semangat persatuan, toleransi, dan pengabdian bagi negeri.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : setpres
HUT ke-81 RI dirgahayu RI ke-81 zikir dan doa kebangsaaan monas jamaah