TNI Simulasikan Pengamanan Objek Vital dengan Rafale dan Drone Kamikaze

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 03:52 WIB
TNI uji kemampuan pesawat tempur serta alutsista baru Angkatan Udara pada latihan gabungan di Kepri. (Istimewa)
TNI uji kemampuan pesawat tempur serta alutsista baru Angkatan Udara pada latihan gabungan di Kepri. (Istimewa)

 

 

LombokPost-TNI menguji kemampuan pesawat tempur dan alat utama sistem persenjataan baru melalui Latihan Integrasi TNI 2026. Latihan berlangsung di Kepulauan Riau dengan melibatkan tiga matra.

Sejumlah pesawat turut dikerahkan dalam latihan itu. Di antaranya pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, latihan menjadi momentum untuk menguji kesiapan operasi udara. Kegiatan juga memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung operasi gabungan TNI.

“Guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Nyoman dalam keterangan resmi, Kamis (6/8).

Baca Juga: Rp 8,34 Miliar Uang Layak Edar Sukses Disalurkan BI dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Lima Pulau 3T di NTB

Latihan dipusatkan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir 9 Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Kegiatan disaksikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Kepala staf dari tiga matra TNI juga menyaksikan pelaksanaan latihan.

TNI mensimulasikan operasi pengamanan wilayah dan objek vital nasional. Skenario itu digunakan untuk menguji kesiapan operasi gabungan dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Sebanyak 12.987 personel dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dikerahkan. Latihan turut didukung berbagai jenis alutsista.

“Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” jelas I Nyoman Suadnyana.

Melalui Latihan Integrasi TNI 2026, TNI AU meningkatkan kesiapan operasi udara dan interoperabilitas antarmatra. Latihan juga diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam operasi gabungan.

Melalui akun media sosialnya, Sjafrie menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan dan TNI mengajak Komisi I DPR melihat langsung kekuatan armada tempur TNI.

“Rudal C-705, tank, MLRS, sistem pertahanan udara, serta bantuan tembakan howitzer. Seluruh rangkaian latihan mencerminkan semakin kuatnya integrasi kemampuan TNI AD, TNI AL dan TNI AU,” ungkap Sjafrie.

Baca Juga: Tukin Kemenhan-TNI Naik di Tengah Efisiensi, Kemenhan-TNI Lima Kali Berturut-turut Raih WTP

Menurut Sjafrie, TNI harus selalu siap, modern, dan profesional. TNI juga harus mampu menunjukkan kekuatan dalam menjaga setiap wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menilai TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan. Kesiapan itu dibutuhkan untuk menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan negara.

Sjafrie menilai revitalisasi pertahanan negara pada tahun ini mulai menunjukkan hasil signifikan. Berbagai kemampuan tempur diperagakan selama latihan.

Penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri turut menjadi bagian dari latihan. Langkah itu dinilai memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal.

Materi latihan berfokus pada kecepatan pengambilan keputusan dan koordinasi antarsatuan. Efektivitas pelaksanaan operasi gabungan juga diuji sesuai skenario yang telah direncanakan.

Berbagai alutsista dikerahkan dalam simulasi pertempuran. Salah satunya drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri.

TNI juga melakukan penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628. Latihan menggabungkan penggunaan teknologi dengan strategi peperangan modern.

Operasi diawali dengan pertahanan udara oleh TNI AU. Pesawat tempur Rafale dan F-16 dikerahkan dengan membawa bom MK-82.

Operasi kemudian dilanjutkan dengan Operasi Khusus Matra Udara oleh Korps Pasukan Gerak Cepat.

Dari unsur laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle Kamikaze. Perangkat itu diluncurkan dari KRI Soeharso-991 menuju sasaran di laut.

Baca Juga: TNI Kawal Rumah Jampidsus atas Permintaan Kejagung, TNI Tidak Akan Hambat Proses Hukum

Operasi berikutnya mencakup peranjauan dan infiltrasi pasukan khusus. Komando Pasukan Katak menjalankan simulasi sabotase kabel bawah laut.

Dukungan dari unsur darat diberikan pasukan Lintas Udara TNI AD. Pasukan melaksanakan penerjunan tempur dari pesawat Hercules C-130.

TNI AD juga mengerahkan drone intai tempur dan pasukan Artileri Medan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan menghadapi ancaman modern.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Latihan Integrasi TNI 2026 alutsista TNI drone kamikaze Dassault Rafale Airbus A400M