LombokPost--Temuan mengejutkan terungkap dari sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.
Di sejumlah ruangan yang selama bertahun-tahun tertutup, ditemukan ratusan senjata, amunisi, narkoba, hingga mesin pembuat peluru. Seluruh barang tersebut kini diamankan polisi.
Kuasa hukum yayasan dari Kantor Hukum Maqdir Ismail & Partners, Hermawanto, mengatakan identitas sekolah sengaja tidak diungkap demi melindungi nama baik siswa dan dunia pendidikan.
Yang jelas, sekolah tersebut menaungi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Kasus itu bermula setelah pengurus yayasan memberhentikan Ketua Yayasan berinisial IWD pada 18 April 2026.
Baca Juga: Marciano Norman sebut Kejuaraan Internasional Petanque Undikma 2026 Modal Sukses PON 2028
Menurut Hermawanto, pemberhentian dilakukan karena ada dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan.
Dana yayasan diduga digunakan untuk membeli sebidang tanah yang kemudian diatasnamakan istrinya.
Istri IWD yang menjabat anggota pembina juga dinonaktifkan.
"Setelah diberhentikan, IWD tidak mengembalikan seluruh kunci ruangan. Ruang kerja, gudang penyimpanan, hingga satu ruangan menyerupai bunker tetap terkunci dan hanya bisa diakses beliau beserta orang-orang kepercayaannya," ujar Hermawanto, Kamis (6/8).
Pada 10–11 Juli 2026, pengurus yayasan meminta pendampingan polisi untuk membuka ruangan-ruangan tersebut agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kegiatan sekolah.
Saat pintu dibuka, petugas menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.
Di lokasi ditemukan 995 pucuk senjata genggam, satu senjata laras panjang jenis shotgun kaliber 12/70, amunisi, serta berbagai aksesori senjata.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Untung yang ikut dalam pembukaan ruangan menjelaskan, sebagian besar temuan berupa senapan angin berlaras polos yang menurutnya dapat dimodifikasi menjadi mematikan.
Namun, saat ruangan lain dibuka pada Rabu malam (5/8) dengan pendampingan polisi, temuan bertambah.
Petugas menemukan laras senjata kaliber 5,56 mm, senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm, magasin Glock dan Walther, komponen senjata jenis M4 beserta magasin, mesin pembuat peluru, sabu, ganja, serta sekitar 25 keping CD porno.
"Di sekolah yang kita hormati, tempat anak-anak belajar, ternyata ada dugaan aktivitas pembuatan senjata. Bahkan dibangun bunker dengan pintu belakang yang diduga digunakan untuk keluar-masuk barang tanpa diketahui orang lain," kata Untung.
Menurutnya, pemeriksaan awal menunjukkan beberapa laras memiliki alur di bagian dalam, salah satu ciri laras senjata api. Namun, kepastian jenis dan fungsinya masih menunggu pemeriksaan forensik. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
Sebagian dititipkan di Gudang Senjata Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya. Yayasan meminta polisi melakukan uji forensik untuk memastikan jenis, asal-usul, dan kepemilikan seluruh barang tersebut.
Meski demikian, masih ada satu ruangan menyerupai bunker yang belum berhasil dibuka. Yayasan meminta polisi membuka ruangan itu karena dikhawatirkan masih menyimpan barang berbahaya.
Baca Juga: Lapas Selong Usulkan 359 Narapidana Terima Remisi Umum HUT RI
Jejak Kepemimpinan IWD
Selama sekitar 15 tahun menjabat, IWD disebut menjadi satu-satunya pihak yang menguasai akses ke ruangan-ruangan tersebut. Guru dan karyawan tidak diperbolehkan masuk tanpa izin.
"Begitu beliau diberhentikan, orang-orang yang selama ini bekerja di ruangan itu juga meninggalkan sekolah tanpa pemberitahuan," ujar Hermawanto.
Yayasan telah melaporkan temuan terbaru berupa narkoba, CD porno, dan mesin pembuat peluru ke Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, perkara dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Hermawanto menegaskan, penyimpanan senjata di lingkungan sekolah sangat berbahaya karena berpotensi disalahgunakan dan mengancam keselamatan warga sekolah. Hingga kemarin (6/8), kepolisian belum mengumumkan adanya tersangka maupun penangkapan. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk untuk mengungkap asal-usul senjata, pihak yang menyimpannya, serta isi ruangan menyerupai bunker yang belum dibuka.
Polisi Usut Pemilik Senjata
Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan senjata di salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, polisi telah menerima laporan masyarakat terkait temuan tersebut. Menurut Joko, penyidik masih mendalami asal-usul senjata, pihak yang menyimpannya, serta tujuan penyimpanannya.
Polisi juga belum mengungkapkan jenis maupun jumlah pasti seluruh barang bukti yang ditemukan. "Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan," tegasnya.
Baca Juga: Golkar Mataram Targetkan Muscam Tuntas Agustus Ini
Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara bertahap. Hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah proses penyelidikan berkembang. (ygi/oni/JPG/r3)
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos